Dalami Kitab Klasik, Warga Binaan Rutan Garut Perkuat Pemahaman Fiqih di Bulan Ramadhan

istimewa
Dalami Kitab Klasik, Warga Binaan Rutan Garut Perkuat Pemahaman Fiqih di Bulan Ramadhan
0 Komentar

GARUT – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Sejumlah warga binaan yang tergabung dalam program santri pesantren kilat tampak antusias mengikuti kajian kitab fiqih yang digelar rutin setiap hari di musholla rutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan spiritual yang difokuskan pada pendalaman ilmu agama, khususnya fiqih, melalui pembahasan kitab klasik Safinatun Najah. Kitab tersebut dikenal sebagai salah satu rujukan dasar dalam memahami hukum-hukum ibadah dalam Islam.

Baca Juga:Lapas Garut Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan di Penghujung RamadanLansia Tunanetra di Garut Rawat Ibu Lumpuh, Keteguhan di Tengah Keterbatasan

Setiap sesi kajian diawali dengan persiapan sarana dan prasarana, dilanjutkan dengan penyampaian materi pembuka mengenai dasar-dasar fiqih, dan ditutup dengan sesi tanya jawab. Interaksi aktif antara pembimbing dan warga binaan menunjukkan tingginya minat belajar para peserta.

Tak hanya sebagai sarana menambah pengetahuan agama, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan. Melalui pemahaman fiqih yang lebih baik, mereka diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah serta memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam memenuhi hak warga binaan, khususnya dalam mendapatkan pembimbingan rohani yang layak.

“Pembinaan keagamaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial Ramadhan, tetapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal ilmu dan nilai-nilai spiritual yang kuat,” kata Ismail.

Ia menambahkan, kajian kitab fiqih menjadi salah satu metode efektif untuk membangun kesadaran diri warga binaan agar mampu merefleksikan kehidupan yang telah dijalani serta memperbaiki kesalahan di masa lalu.

“Melalui pemahaman fiqih, mereka diajak untuk mengenal kembali konsep halal dan haram, tata cara ibadah yang benar, hingga nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka sudah memiliki landasan moral dan spiritual yang lebih baik,” tambahnya.

Menurutnya, suasana Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat pembinaan rohani karena secara psikologis warga binaan lebih terbuka dalam menerima pembelajaran agama.

0 Komentar