Proses Pembinaan dan Keterlibatan Orang Tua
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, AM dan SA segera dibawa ke Polsek Kadungora.
Pihak kepolisian tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga menekankan unsur pembinaan. Mengingat salah satu dari pemuda tersebut masih di bawah umur, polisi mengambil langkah persuasif dengan memanggil orang tua masing-masing.
“Kami akan memanggil orang tua mereka. Ini penting agar ada pembinaan bersama antara pihak kepolisian dan keluarga. Kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali yang mungkin bisa berujung pada kecelakaan fatal di masa depan,” tegas pihak Polres Garut.
Baca Juga:Tingkatkan Keamanan Mudik, Pemkab Garut Fasilitasi Warga Pantau Lalu Lintas Via CCTV Real-TimeGarut Menuju 2027: Bupati Syakur Amin Siapkan Gebrakan Layanan Dasar dan Infrastruktur Merata
Komitmen Polres Garut
Melalui kegiatan ini, Sat Samapta Polres Garut berharap masyarakat dapat terus mendukung upaya polisi dalam menjaga situasi wilayah hukum Garut tetap aman dan kondusif.
Polisi mengimbau kepada para pemuda dan orang tua di Garut untuk lebih waspada dan menghindari pergaulan bebas, terutama konsumsi minuman keras yang dapat memicu tindakan kriminal atau kecelakaan jalan raya.
Dengan patroli yang konsisten, Polres Garut berkomitmen untuk menciptakan suasana Kabupaten Garut yang nyaman bagi warga asli maupun bagi wisatawan yang berkunjung ke “Kota Intan” tersebut. (*)
