Lansia Tunanetra di Garut Rawat Ibu Lumpuh, Keteguhan di Tengah Keterbatasan

istimewa
Lansia Tunanetra di Garut Rawat Ibu Lumpuh, Keteguhan di Tengah Keterbatasan
0 Komentar

GARUT — Kisah mengharukan datang dari Kampung Lamping, RT 01 RW 13, Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Dua perempuan lanjut usia (lansia) hidup dalam keterbatasan, namun tetap bertahan dengan ikatan kasih yang kuat.

Emak Oma (81) kini tidak lagi mampu berjalan akibat kondisi fisik yang menurun serta luka di bagian kaki. Di tengah kondisi tersebut, ia dirawat oleh anak satu-satunya, Emak Iyom (59), yang sejak usia lima tahun mengalami tunanetra akibat penyakit cacar.

Meski memiliki keterbatasan penglihatan, Emak Iyom tetap berusaha merawat ibunya dengan penuh ketulusan. Ia menjalani aktivitas sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan ibunya dengan kemampuan yang dimiliki.

Baca Juga:Harga LPG 3 Kg di Garut Naik, Pedagang Warung Keluhkan Harga dari PangkalanBupati Garut Tinjau Jalur Mudik, Tekankan Pelayanan Humanis dan Kesiapan Fasilitas

Kondisi tersebut mengundang perhatian berbagai pihak. Pada Selasa (17/3/2026), anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi keduanya setelah menerima laporan dari masyarakat.

Dalam kunjungannya, Yudha didampingi aparatur Desa Margaluyu serta tenaga kesehatan setempat. Ia menyalurkan bantuan berupa sembako, bingkisan Lebaran, serta santunan uang tunai. Selain itu, ia juga memastikan adanya tindak lanjut penanganan kesehatan bagi keduanya.

“Menjelang Idulfitri, kami ingin memastikan mereka tetap dapat merasakan kebahagiaan dengan kondisi yang lebih baik,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Pihak Pustu Desa Margaluyu telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi Emak Oma. Selanjutnya, penanganan lanjutan direncanakan melalui kunjungan dokter dari Puskesmas Leles guna memastikan perawatan yang lebih optimal.

Yudha menegaskan bahwa kondisi seperti ini membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan dari pemerintah daerah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia dan penyandang disabilitas.

“Ini bukan hanya soal bantuan sesaat, tetapi bagaimana kehadiran pemerintah bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mendorong instansi terkait untuk lebih responsif dalam menangani kasus serupa, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca Juga:Polisi Temukan Belasan Tanaman Diduga Ganja di Sucinaraja, Penanam Masih DiselidikiPatroli Sat Samapta Polres Garut Amankan Dua Remaja Ugal-ugalan di Jalan Raya Kadungora

Kisah Emak Iyom menjadi potret keteguhan seorang anak dalam merawat orang tua, sekaligus pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap warga yang hidup dalam keterbatasan. (Feri Citra Burama)

0 Komentar