Ia berharap para pendamping sosial di wilayah tersebut bisa segera melakukan langkah konkret. Yudha juga meminta pendamping sosial, untuk berkoordinasi dengan bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Garut agar keluarga Emak Rohaeti dapat diusulkan memperoleh program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dari Kementerian Sosial.
“Ini harus segera ditindaklanjuti. Rumahnya sangat tidak layak huni. Atapnya hampir ambruk, dindingnya retak, dan saat hujan air masuk dari berbagai sisi. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama,” tegasnya.
Di samping itu, Yudha juga berencana akan komunikasi dengan jajaran Sekretariat Daerah melalui program Pagundi Luhur agar dilakukan asesmen lapangan secara cepat.
Baca Juga:Lemari Es Hangus Terbakar di Kadungora GarutWar Takjil di Garut Membludak, Jalan Ibrahim Adjie Dipenuhi Ribuan Warga
Menurutnya, perbaikan rumah Emak Rohaeti membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga lainnya.
“Semoga Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari Baznas maupun CSR untuk membantu perbaikan rumah Emak Rohaeti,” ujarnya.(Feri)
