GARUT – Kehidupan seorang lansia dhuafa yang merawat anak penyandang disabilitas di rumah nyaris roboh menjadi potret nyata perjuangan keluarga kurang mampu di Kampung Cilengsing RT 01 RW 11, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan itu tinggal Emak Rohaeti, seorang lansia yang setiap hari merawat putrinya, Pipit, perempuan berusia sekitar 30 tahun yang menyandang disabilitas. Adapun suaminya Abah Ajat bekerja menjadi buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu.
Kondisi rumah yang mereka tinggali ini jauh dari kata layak. Atap rumahnya tampak rapuh dan hampir ambruk, di sisi lain dindingnya juga dipenuhi retakan. Bahkan salah satu kamar sudah tidak bisa digunakan karena mengalami kebocoran parah setiap kali hujan turun.
Baca Juga:Lemari Es Hangus Terbakar di Kadungora GarutWar Takjil di Garut Membludak, Jalan Ibrahim Adjie Dipenuhi Ribuan Warga
Air kerap merembes hingga ke bagian tengah rumah, membuat hunian tersebut semakin tidak layak untuk ditempati.
Di tengah keterbatasan itu, Emak Rohaeti tetap bertahan merawat anaknya dengan penuh ketegaran. Kisah hidupnya menjadi gambaran perjuangan lansia yang harus menghadapi beban ekonomi sekaligus tanggung jawab merawat anggota keluarga dengan kebutuhan khusus.
Kondisi kehidupan lansia dan anak penyandang disabilitas ini kemudian mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan. Pada Senin, 16 Maret 2026, ia berkunjung langsung ke rumah Emak Rohaeti untuk melihat kondisi yang sebenarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Yudha memberikan sejumlah bantuan berupa sembako dan bingkisan lebaran juga uang tunai sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga tersebut.
Yudha menuturkan, kunjungan itu berawal dari informasi yang ia terima pada pagi hari mengenai kondisi Emak Rohaeti yang memprihatinkan.
“Hari ini saya bersama Pemerintah Desa Pasawahan, Sekdes Ibu Lisna, Kadus Bapak Asep, serta Ketua PAC Tarogong Kaler Kang Edi datang menengok langsung kondisi Emak Eti Rohaeti. Beliau adalah lansia yang tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni, sekaligus merawat anaknya yang menyandang disabilitas,” ujar Yudha.
Melihat kehidupan lansia dan anak penyandang disabilitas ini, Yudha menilai persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian dan penanganan dari berbagai pihak.
