RADARGARUT– Menjelang hari raya Idul Fitri 2026 yang kian dekat, Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.
Pada Jumat 13 Maret 2026, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Andir guna memantau langsung kondisi pasar yang mulai mengalami peningkatan aktivitas transaksi.
Dalam kunjungan tersebut, Putri Karlina tidak sendiri. Beliau didampingi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Garut untuk memastikan bahwa rantai distribusi barang dari produsen hingga ke tangan konsumen di tingkat pasar tradisional tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Baca Juga:Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 5,4 Dini Hari Tadi, Getaran Terasa hingga Bandung dan JakartaGarut "Siaga Satu" Sambut 3 Juta Pemudik: Dari Insentif Kusir Andong hingga Satgas Banjir
Menjawab Isu Kelangkaan LPG 3 Kilogram
Salah satu poin utama dalam sidak kali ini adalah menanggapi keluhan masyarakat terkait isu kelangkaan LPG ukuran 3 kilogram atau yang sering disebut “gas melon”.
Putri Karlina secara langsung mendatangi pangkalan gas dan berdialog dengan para pedagang untuk mencari tahu akar permasalahan di lapangan.
Dari hasil pantauan dan dialog tersebut, terungkap bahwa sebenarnya pasokan LPG 3 kg dari distributor menuju pangkalan masih berjalan normal sesuai kuota yang ditetapkan.
Namun, terjadi lonjakan permintaan yang sangat drastis dari masyarakat seiring dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang persiapan Lebaran.
“Kami melihat ada peningkatan permintaan yang luar biasa. Stok di pangkalan bukan hilang, melainkan cepat habis karena diborong oleh konsumen yang ingin memastikan kebutuhan dapur mereka terpenuhi selama masa libur panjang nanti,” jelasnya.
Pemantauan Harga Kebutuhan Pokok
Selain masalah bahan bakar, Wakil Bupati yang akrab disapa Teh Putri ini juga memeriksa fluktuasi harga komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, daging, dan aneka bumbu dapur.
Berdasarkan data TPID, beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga yang bersifat musiman, namun masih dalam batas kewajaran.
Baca Juga:Polres Garut Resmi Gelar Ops Ketupat Lodaya 2026: Kawal Mudik Aman dan Keluarga BahagiaAkhir Pelarian "Boy", Tangan Kanan Bandar Narkoba Jaringan Koh Erwin: Diringkus Tanpa Perlawanan di Pontianak
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan para agen dan distributor besar agar tidak terjadi penimbunan barang yang dapat memicu lonjakan harga yang tidak terkendali.
Teh Putri menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat di seluruh pasar tradisional di wilayah Garut, bukan hanya di Pasar Andir saja.
