Garut Masih Diguyur Hujan Deras, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Garut, Aah Anwar Saefulloh
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Garut, Aah Anwar Saefulloh
0 Komentar

GARUT – Belakangan ini hujan deras terus menerus mengguyur wilayah Kabupaten Garut hingga menyebabkan beberapa kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa lokasi.

Dengan begitu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang disebabkan akibat hujan deras.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, mengingatkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

Baca Juga:Warga Garut yang Minta Dipulangkan dari Kamboja Kini Sudah Berada di KJRIPegawai Lapas Garut Bersama DWP Berbagi Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan

Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefulloh, menyampaikan bahwa masyarakat perlu tetap waspada karena hujan deras dapat turun kembali sewaktu-waktu, terlebih saat ini wilayah Garut masih berada dalam periode musim hujan.

“Curah hujan masih cukup tinggi dan musim hujan diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir April. Karena itu masyarakat kami imbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana seperti banjir maupun tanah longsor,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa warga yang tinggal di kawasan dengan kemiringan tanah yang ekstrem perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi tanah yang labil berpotensi memicu longsor terutama ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan perubahan penggunaan lahan di sekitar tempat tinggalnya.

Menurut Aah, Alih fungsi lahan harus dilakukan sesuai aturan dan tidak merusak keseimbangan lingkungan.”Pada lahan yang berada di kemiringan ekstrem jangan dibuat, jangan ditanami sayur-sayuran,” katanya.

Ia juga mengajak kepasa masyarakat Garut untuk menjaga lingkungan sekitar, terutama memastikan saluran air tetap bersih dan tidak tersumbat oleh sampah. Ia menambahkan, saluran yang tersumbat dapat menyebabkan air tertahan dan memicu genangan maupun banjir.

Baca Juga:Kebakaran di Pamekarsari, Yudha Puja Turnawan Dorong Gotong Royong Bangun Kembali Rumah KorbanHarga Daging Sapi di Pasar Tradisional Garut Mulai Normal

“Masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air. Jangan sampai tersumbat sampah sehingga aliran air terhambat,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar