RADARGARUT– Kota Bandung kembali tenggelam dalam lautan biru. Tepat pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, klub kebanggaan warga Jawa Barat, Persib Bandung, merayakan hari jadinya yang ke-93.
Meskipun terdapat perdebatan sejarah mengenai perubahan hari jadi ke tanggal 5 Januari 1919, sebagian besar Bobotoh tetap teguh merayakan tanggal 14 Maret sebagai simbol loyalitas yang telah mengakar selama puluhan tahun.
Atmosfer perayaan sudah terasa sejak Jumat malam 13 Maret 2026. Ribuan Bobotoh dari berbagai penjuru berkumpul di titik-titik ikonik Kota Kembang. Flyover Pasupati, yang kini dikenal sebagai Jalan Layang Prof.
Baca Juga:Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 5,4 Dini Hari Tadi, Getaran Terasa hingga Bandung dan JakartaGarut "Siaga Satu" Sambut 3 Juta Pemudik: Dari Insentif Kusir Andong hingga Satgas Banjir
Mochtar Kusumaatmadja, menjadi pusat perhatian saat ratusan flare dinyalakan tepat pada pukul 00.00 WIB. Cahaya kemerahan dari kembang api dan kepulan asap flare membuat jembatan layang tersebut nampak “membara” di tengah kegelapan malam, diiringi nyanyian lantang lagu-lagu penyemangat Maung Bandung.
Tradisi di Tengah Bulan Suci
Perayaan tahun ini terasa lebih khidmat karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tidak hanya konvoi dan penyalaan flare, manajemen Persib bersama komunitas suporter juga menggelar acara “Bukber Biru” di kawasan Graha Persib, Jalan Sulanjana.
Acara tersebut diisi dengan doa bersama dan santunan bagi anak yatim. Manajer Persib, H. Umuh Muchtar, dalam sambutannya menyampaikan pesan agar momentum ulang tahun ini menjadi energi tambahan bagi tim yang saat ini tengah memuncaki klasemen sementara Liga 1 musim 2025/2026.
“Alhamdulillah, Persib sudah berusia 93 tahun. Harapan saya, tim tetap kompak dan bisa mempertahankan posisi di puncak klasemen. Ini kado yang paling diinginkan Bobotoh, yaitu gelar juara,” ujarnya.
Harapan Kado Juara
Di sisi teknis, skuad asuhan Bojan Hodak tidak bisa berlama-lama dalam euforia. Sehari setelah hari jadi, Persib dijadwalkan akan melakoni laga krusial melawan Borneo FC. Para pemain pun menjadikan momen ulang tahun ini sebagai motivasi ekstra.
Kapten tim Marc Klok menegaskan bahwa kemenangan di laga berikutnya adalah kado terbaik yang bisa mereka berikan kepada klub dan seluruh pendukung setia.
Sementara itu, di berbagai sudut kota, spanduk bertuliskan “93 Tahun Persib: Warisan dan Kebanggaan” menghiasi jalanan. Selain di pusat Kota Bandung, perayaan serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah penyangga seperti Tasikmalaya, Cimahi, dan Kabupaten Bandung, menunjukkan betapa luasnya akar kultural klub ini bagi masyarakat Sunda.
