Garut "Siaga Satu" Sambut 3 Juta Pemudik: Dari Insentif Kusir Andong hingga Satgas Banjir

(Istimewa)
Pemerintah Kabupaten Garut bersama jajaran TNI/Polri resmi meluncurkan Operasi Ketupat Lodaya 2026 melalui apel gelar pasukan di Lapangan Markas Polres Garut (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Kabupaten Garut bersiap menghadapi gelombang pemudik raksasa pada perayaan Idulfitri 1447 H tahun ini.

Dengan prediksi kedatangan lebih dari 3 juta orang, Pemerintah Kabupaten Garut bersama jajaran TNI/Polri resmi meluncurkan Operasi Ketupat Lodaya 2026 melalui apel gelar pasukan di Lapangan Markas Polres Garut, Kamis 12 Maret 2026.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang memimpin langsung upacara tersebut, menegaskan bahwa kesiapan tahun ini tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga antisipasi bencana alam dan stabilitas ekonomi warga.

Baca Juga:Duel Puncak Klasemen: Borneo FC Jamu Persib Bandung di Segiri, Pertaruhan Takhta BRI Super LeagueRekomendasi Tempat Salat Idul Fitri di Garut 2026: Lokasi Ikonik dan Nyaman

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Jalur Mudik

Mengingat jadwal mudik bulan Maret ini masih dilingkupi curah hujan tinggi, Pemkab Garut telah memetakan titik-titik rawan bencana.

Bupati Garut, Syakur Amin mengungkapkan bahwa tedapat empat posko terpadu yang melibatkan Dinas PUPR, BPBD, dan pemadam kebakaran telah disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi banjir atau longsor yang dapat memutus akses jalan utama.

“Nah kita kemarin menyiapkan ada 4 titik di mana ada PUPR, BPBD itu menyiapkan timnya termasuk damkar untuk selalu siaga menghadapi kalau ada bencana. Terutama tadi diperkirakan bahwa pada bulan ini, pada akhir bulan ini masih ada hujan yang banyak, yang dikhawatirkan akan menimbulkan bencana khususnya bencana banjir,” ungkapnya.

Selain aspek keselamatan, kenyamanan jalan juga menjadi prioritas. Dinas Perhubungan dan PUPR diinstruksikan untuk merampungkan perbaikan jalan darurat serta memastikan seluruh Penerangan Jalan Umum (PJU) berfungsi normal selambat-lambatnya hari ini.

Strategi Unik: “Meliburkan” Andong dan Becak

Salah satu kebijakan paling menarik tahun ini adalah pemberian insentif bagi kusir andong, pengemudi ojek, dan becak yang beroperasi di jalur utama mudik. Langkah ini diambil guna meminimalisir hambatan arus lalu lintas di titik-titik rawan macet.

Pemerintah telah menyiapkan dana dari APBD Provinsi dan Kabupaten untuk kompensasi selama 7 hari agar para moda transportasi tradisional ini bersedia “parkir” sementara.

Di sisi lain, kepolisian juga akan memasang water barrier di area pasar tumpah guna mencegah parkir liar yang kerap menjadi biang kerok kemacetan.

Pengamanan Ketat dan Fasilitas Pemudik

0 Komentar