RADARGARUT– Fenomena mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat mencatatkan kejutan besar. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan JabarStats, Kabupaten Garut resmi dinobatkan sebagai daerah tujuan mudik paling favorit di wilayah Jawa Barat.
Dengan angka kunjungan yang fantastis, wilayah yang dijuluki “Swiss Van Java” ini berhasil mengungguli kota-kota besar lainnya seperti Bandung dan Tasikmalaya.
Data infografis yang diunggah oleh akun resmi Pemerintah Kabupaten Garut (@garutkab_official) menunjukkan bahwa arus perantau yang menuju Garut mencapai 2.939.363 jiwa.
Baca Juga:Debut John Herdman di FIFA Series dan Agenda Lengkap GarudaUpdate iOS 26.3.1 Resmi Dirilis: Perbaikan Bug Penting dan Peningkatan Stabilitas iPhone
Angka ini menempatkan Garut di posisi pertama, jauh meninggalkan Kabupaten Bandung di posisi kedua dengan total pemudik sebanyak 2.394.569 jiwa.
Dominasi Garut dalam Peta Arus Mudik
Lonjakan angka pemudik ke Garut dipicu oleh berbagai faktor. Selain ikatan emosional perantau asal Garut yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, daya tarik wisata dan kuliner khas seperti dodol Garut tetap menjadi magnet utama.
Pemerintah daerah setempat menyatakan kesiapannya untuk menyambut jutaan warga yang pulang kampung tersebut.
Berikut adalah rincian 10 besar daerah tujuan mudik favorit di Jawa Barat 2026:
Garut: 2.939.363
Kabupaten Bandung: 2.394.569
Tasikmalaya: 1.918.310
Kota Bandung: 1.683.150
Cirebon: 1.656.052
Bandung Barat: 1.176.741
Bogor: 1.173.541
Ciamis: 1.149.885
Kuningan: 1.147.323
Majalengka: 1.103.390
Tantangan Infrastruktur dan Keamanan
Dengan jumlah pemudik yang mencapai hampir 3 juta jiwa, infrastruktur jalan menuju Garut diprediksi akan mengalami beban maksimal.
Jalur-jalur utama seperti jalur Nagreg dan jalur alternatif via Singaparna dipastikan akan menjadi titik kepadatan.
Dinas Perhubungan bersama kepolisian setempat telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (one way) dan pengalihan arus ke jalur-jalur fungsional untuk mengurai kemacetan.
Baca Juga:Batas Lapor SPT Tahunan 2026: Jadwal Lengkap, Sanksi, dan Panduan Sistem CoretaxGerak Cepat Dinas PUPR Garut Tangani Longsor Lumpur di Jalur Pasirwangi-Darajat
Selain kemacetan, pemerintah daerah juga berfokus pada kesiapan fasilitas publik, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), rest area, hingga posko kesehatan di sepanjang jalur mudik.
Sektor pariwisata pun diprediksi akan mengalami lonjakan pendapatan yang signifikan seiring dengan banyaknya pemudik yang memanfaatkan momen lebaran untuk berwisata di objek-objek populer Garut.
Kesiapan Ekonomi Lokal
Tingginya angka pemudik ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di Garut. Permintaan akan produk lokal seperti oleh-oleh khas, kerajinan kulit, hingga akomodasi hotel diperkirakan akan meningkat hingga 200% dibandingkan hari biasa.
