Selain itu, kebijakan de-dolarisasi oleh sejumlah bank sentral dunia seperti China dan India yang terus menambah cadangan emas mereka turut memberikan sokongan tenaga pada harga emas dunia.
Di pasar spot global, emas terpantau stabil di kisaran USD 5.185 per troy ounce, sebuah angka yang fantastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sentimen Domestik: Fenomena Jelang Lebaran
Dari sisi domestik, faktor musiman menjelang Lebaran 2026 turut mendongkrak permintaan. Secara historis, masyarakat Indonesia cenderung membeli emas, baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan, sebagai bentuk simpanan atau hadiah di hari raya.
Baca Juga:Samsung Galaxy A57: Bocoran Spesifikasi, Harga, dan Fitur Unggulan 2026Jadwal Resmi Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2026: Siap-Siap Libur Panjang!
Tingginya minat beli ini sering kali membuat stok di beberapa gerai ritel menjadi terbatas, yang pada gilirannya ikut mendorong harga lokal merangkak naik.
Meski harga terus melambung, para pengamat menyarankan investor pemula untuk tetap berhati-hati terhadap potensi koreksi teknis oleh investor besar.
Namun, untuk tujuan lindung nilai terhadap inflasi yang mulai merangkak naik di awal 2026, emas tetap dianggap sebagai instrumen yang paling tangguh. (*)
