Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Pasar Tradisional Garut

(Feri/Radar Garut)
Yani, pedagang sayuran di Pasar Andirjaya, Kecamatan Bayongbong. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut hingga Selasa, 10 Maret 2026 masih terbilang tinggi. Kenaikan harga yang mulai terjadi sejak menjelang bulan Ramadan belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pedagang di pasar tradisional. Salah satunya Yani, pedagang sayuran di Pasar Andirjaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Menurutnya, harga cabai rawit saat ini masih berada pada kisaran yang cukup mahal dibandingkan harga normal.

“Harga cabai sekarang masih Rp90 ribu per kilogram. Belum ada penurunan berarti,” ujar Yani.

Baca Juga:Andong di Jalan Provinsi dan Nasional di Garut Dilarang Beroperasi Jelang Lebaran, Diberi Kompensasi 7 HariTanah YBHM Rupanya Belum Ada Sertifikat Wakaf, Begini Penjelasan BPN Garut

Ia menjelaskan, sebelumnya harga cabai rawit bahkan sempat berada pada angka yang lebih tinggi. Di Pasar Andirjaya, harga cabai rawit pernah menembus kisaran Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram ketika permintaan meningkat menjelang Ramadan.

Selain faktor permintaan yang tinggi, terbatasnya pasokan juga menjadi salah satu penyebab harga cabai rawit masih bertahan mahal di pasaran.

Yani mengatakan, ketersediaan cabai rawit dari para bandar atau pemasok sayuran saat ini tidak terlalu melimpah. Kondisi tersebut membuat pasokan di tingkat pedagang menjadi terbatas.

“Kalau cabe sekarang agak susah stoknya di bandar, gak terlalu banyak,” ujar Yani.

Terbatasnya pasokan dan tingginya permintaan menjelang Ramadan kerap menjadi faktor yang memicu kenaikan harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional. Para pedagang berharap dalam beberapa waktu ke depan pasokan dari petani kembali normal sehingga harga cabai rawit dapat berangsur turun dan lebih stabil di pasaran.(Feri)

0 Komentar