Festival Kohkhol Kembali Digelar di Garut, Semarakkan Ramadan dengan Tradisi Parade Kohkol di Desa Mekarsari

(Istimewa)
Festival Kohkol (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut mengumumkan kembalinya Festival Kohkhol sebagai salah satu rangkaian kegiatan menyemarakkan bulan suci Ramadan 2026.

Festival tradisi ini akan digelar pada 13-14 Maret 2026 di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, dan diharapkan menjadi momen kebersamaan antara pemerintah daerah serta masyarakat dalam merawat warisan budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai persaudaraan di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah.

Festival Kohkhol merupakan tradisi khas masyarakat Selaawi yang sarat makna kebersamaan dan kegembiraan. Puncak acara akan ditandai dengan Parade Kohkol, di mana dentingan kohkol atau alat musik tradisional berupa lonceng atau kentongan kayu yang bergema akan menjadi simbol harmoni budaya dan solidaritas warga Garut.

Baca Juga:Daftar Pemain Garuda Calling FIFA Series 2026: Skuad Sementara Timnas Indonesia Era John HerdmanCara Buka Blokir BRImo 2026: Panduan Lengkap Tanpa Harus ke Bank, Praktis Lewat HP!

Parade ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menggambarkan bagaimana tradisi lokal terus hidup dan relevan di era modern.

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat antara pemerintah dan masyarakat. Rangkaian acara dimulai dari pelayanan langsung kepada warga, dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta ibadah bersama sebagai bentuk kebersamaan spiritual.

Momentum Ramadan dijadikan kesempatan istimewa untuk menghadirkan negara secara nyata, menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sejalan dengan nilai Rumaksa Manjang Waluya, di mana pemerintah hadir bersama rakyat untuk saling menguatkan, menjaga, dan menumbuhkan kesejahteraan bersama.

Puncak kemeriahan festival terletak pada Parade Kohkol itu sendiri. Tradisi ini berasal dari kebiasaan masyarakat setempat yang menggunakan kohkol sebagai alat komunikasi dan pengiring acara adat, kini dikemas dalam bentuk parade massal yang penuh semangat.

Suara denting kohkol yang menggema diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni sosial dan budaya di tengah tantangan zaman.

“Puncak kegiatan akan ditandai dengan Parade Kohkol, tradisi khas masyarakat Selaawi yang sarat makna kebersamaan dan kegembiraan. Dentingan kohkol yang bergema akan menjadi simbol harmoni budaya dan kebersamaan masyarakat Garut,” jelas penyelenggara.

Festival ini tidak sekadar seremonial, melainkan juga ajang mempererat hubungan antarwarga dan pemerintah dalam suasana kekeluargaan. Masyarakat diajak hadir secara langsung untuk menjadi bagian dari kemeriahan, merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, serta merayakan Ramadan dengan penuh makna.

0 Komentar