Harga Perak Dunia Melemah ke Kisaran USD 83–84 per Ons pada 10 Maret 2026

Harga Perak 16 Desember 2025
Harga Perak 16 Desember 2025, baca selengkapnya: Tangkapan Layar logammulia.com - RadarGarut.id
0 Komentar

RADARGARUT– Harga perak di pasar global mengalami tekanan turun pada awal pekan ini, mengikuti tren volatilitas logam mulia akibat kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik.

Pada perdagangan Senin 9 Maret 2026 hingga pagi hari ini 10 Maret 2026 WIB, harga spot perak berfluktuasi di kisaran USD 83,50-84,50 per troy ounce, dengan penurunan sekitar 0,5-1,5% dari penutupan akhir pekan lalu.

Menurut data dari berbagai sumber seperti Trading Economics, Yahoo Finance, dan APMEX, harga perak spot sempat menyentuh level rendah intraday sekitar USD 83,70 sebelum sedikit rebound ke USD 84,00-84,20.

Baca Juga:Polres Garut Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Tanpa Izin, Tangkap Pemuda Inisial IM di Tarogong KalerPolisi Garut Bubarkan Balap Liar di Sawah Lega, Satu Motor Diamankan

Kontrak berjangka perak di COMEX juga bergerak sideways dengan bias melemah, tercatat di kisaran USD 84,20–84,90 per ounce. Secara mingguan, perak masih menunjukkan koreksi sekitar 2 sampai 5% sejak awal Maret, meskipun secara tahunan tetap melonjak signifikan lebih dari 160% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di pasar domestik Indonesia, harga perak Antam mengikuti tren global dengan volatilitas tinggi. Berdasarkan update terbaru dari Logam Mulia, harga perak Antam per gram pada 9 Maret 2026 turun sekitar Rp2.000 menjadi Rp51.100 per gram.

Sepekan terakhir dari 2-9 Maret 2026 harga perak Antam sudah terkoreksi hingga 10% dari level tertinggi Rp59.100 per gram di awal bulan menjadi kisaran Rp51.000 sampai Rp53.000 per gram. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan harga internasional dan penguatan dolar AS terhadap rupiah yang mendekati Rp17.000 per USD.

Faktor Utama Penyebab Pelemahan Harga Perak Hari Ini

Beberapa pemicu utama yang mendominasi pergerakan harga perak belakangan ini:

Eskalasi Konflik di Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak

Ketegangan geopolitik, termasuk ancaman penutupan Selat Hormuz dan serangan balasan di kawasan tersebut, mendorong harga minyak Brent melebihi USD 100 per barel.

Hal ini memicu kekhawatiran inflasi global yang lebih tinggi, sehingga investor beralih ke aset safe haven dolar AS. Dolar yang menguat biasanya menekan harga komoditas seperti perak dan emas.

Permintaan Industri yang Terancam Melambat

Perak memiliki sifat ganda: 50-60% permintaannya berasal dari sektor industri.

Kenaikan biaya energi dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global termasuk revisi target pertumbuhan China ke 4,5-5%, membuat pelaku pasar khawatir permintaan industri perak akan melemah, sehingga menekan harga.

0 Komentar