BUMDes di Garut Ini Catat Omzet Rp4,3 Miliar, PADes Tembus Rp503 Juta

Feri/Radar Garut
rapat peruntukan dan pembagian insentif bagi kelembagaan kemasyarakatan desa yang bersumber dari PADes
0 Komentar

GARUT – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kramat Jaya Desa Keramatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, mencatatkan kinerja ekonomi yang mengembirakan sepanjang 2025.

Unit usaha desa tersebut berhasil membukukan omzet penjualan sebesar Rp4,3 miliar dan menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) mencapai Rp503 juta.

Capaian tersebut tentunya menjadi salah satu lompatan ekonomi desa yang cukup menonjol di Kabupaten Garut.

Baca Juga:Di Bawah Atap Bambu yang Rapuh, Keluarga Pemulung di Garut Bertahan HidupPetani Bayongbong Gigit Jari, Mentimun Siap Panen Habis Dicuri Semalam

Pendapatan yang didapatkan dari usaha BUMDes tidak hanya memperkuat keuangan desa, namun jug amemberikan kontribusi nyata terhadap berbagai program sosial dan pembangunan di tingkat desa.

Camat Cisurupan, Mamun, memberikan apresiasi atas keberhasilan Desa Keramatwangi dalam mengelola potensi ekonomi lokal secara produktif.

Menurut Mamun, capaian ini menunjukkan bahwa desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru ketika potensi yang dimiliki dikelola secara visioner dan profesional.

“Ini capaian yang luar biasa. Artinya desa mampu mengelola potensi wisata dan ekonomi secara profesional sehingga hasilnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Mamun.

Mamun mengutarakan, keberhasilan Desa Keramatwangi tidak terlepas dari pengelolaan Agrowisata Tepas Papandayan yang menjadi motor penggerak ekonomi desa. Sejak dibuka pada tahun 2023, kontribusi sektor wisata terhadap PADes terus mengalami peningkatan signifikan.

Pada tahun 2023, PADes dari sektor tersebut tercatat sebesar Rp100 juta. Angka ini meningkat pada 2024 menjadi Rp130 juta, dan melonjak tajam pada 2025 hingga mencapai Rp503 juta hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih dari sekadar angka dalam laporan keuangan, PADes sebesar Rp503.820.000 itu juga dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung berbagai program kemasyarakatan dan pembangunan desa.

Baca Juga:Kegiatan Keagamaan di Cibudug Leuwigoong Terus Dikembangkan Selama RamadhanPengemis Membludak Saat Ramadhan, Satpol PP Garut Perketat Pengawasan

Dana tersebut dialokasikan untuk tunjangan kelembagaan kemasyarakatan desa sebesar Rp240 juta, santunan sosial Rp30 juta, bantuan untuk sejumlah masjid seperti Masjid Ciseupan, Masjid Jalan Cagak, dan Masjid Cirandog Kaler masing-masing Rp20 juta, serta rehabilitasi Masjid Situgede Rp20 juta.

Selain itu, anggaran juga digunakan untuk pengelolaan sampah di Janggol sebesar Rp30 juta dan di Jalan Cagak Rp25 juta, operasional desa Rp44 juta, insentif guru ngaji Rp50 juta, serta insentif guru PAUD sebesar Rp5,2 juta.

0 Komentar