Muchamad Ismail menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk komitmen Rutan Garut dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang humanis. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, pihaknya juga berupaya menghadirkan program-program yang mampu memperkuat aspek pembinaan mental dan sosial warga binaan.
“Kami ingin menghadirkan pendekatan pemasyarakatan yang lebih humanis, di mana pembinaan tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan hubungan keluarga. Karena keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan nantinya,” tambahnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, warga binaan dapat semakin termotivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan baik serta memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana introspeksi diri.
Baca Juga:PNM Cabang Garut Bagikan Takjil dari Produk Nasabah, Dorong Promosi UMKM di Bulan RamadanBupati Garut Tinjau Ramffest 2026, Dorong Festival Fashion Ramadan Digelar Setiap Tahun
“Harapan kami tentu warga binaan dapat menjadikan Ramadan ini sebagai momen untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui empat kali pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama selama Ramadan tahun ini, menurutnya, Rutan Garut menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan.
“Tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta penguatan hubungan keluarga sebagai bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan,” pungkasnya. (*)
