83 Orang Hadiri Buka Puasa Bersama di Rutan Garut, Hangatkan Kebersamaan Warga Binaan dan Keluarga

istimewa
83 Orang Hadiri Buka Puasa Bersama di Rutan Garut, Hangatkan Kebersamaan Warga Binaan dan Keluarga
0 Komentar

GARUT – Suasana haru dan penuh kehangatan kembali terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut saat digelarnya kegiatan buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarga, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan keempat sekaligus yang terakhir dalam rangkaian layanan kunjungan khusus Ramadan 1447 Hijriah di Rutan Garut.

Pada kesempatan tersebut, 44 warga binaan mendapat kesempatan untuk berbuka puasa bersama keluarga mereka. Secara keseluruhan terdapat 83 orang pengunjung yang hadir, terdiri dari 49 perempuan, 19 laki-laki, serta 15 anak-anak yang datang untuk bertemu dan merasakan kebersamaan dengan anggota keluarga mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

Bagi para warga binaan, momen ini menjadi kesempatan yang sangat berharga. Di tengah keterbatasan menjalani kehidupan di balik jeruji, kebersamaan dengan keluarga saat berbuka puasa memberikan kekuatan emosional sekaligus semangat untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.

Baca Juga:PNM Cabang Garut Bagikan Takjil dari Produk Nasabah, Dorong Promosi UMKM di Bulan RamadanBupati Garut Tinjau Ramffest 2026, Dorong Festival Fashion Ramadan Digelar Setiap Tahun

Suasana penuh kehangatan terlihat dari interaksi keluarga yang hadir. Tawa anak-anak, obrolan ringan antara orang tua dan anak, hingga doa bersama menjelang waktu berbuka menciptakan suasana yang sarat makna. Meski berada dalam lingkungan rutan, nuansa Ramadan tetap terasa melalui kebersamaan sederhana namun penuh arti tersebut.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan tanpa mengesampingkan aspek keamanan.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan emosional antara warga binaan dengan keluarga mereka.

“Ramadan adalah momentum yang sangat baik untuk memperkuat nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan refleksi diri. Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk tetap merasakan kehadiran dan dukungan dari keluarga mereka,” ujar Muchamad Ismail.

Ia menjelaskan, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan. Kehadiran keluarga dinilai mampu memberikan motivasi moral dan psikologis bagi warga binaan agar tetap memiliki harapan dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Ketika mereka merasakan bahwa keluarga masih memberikan perhatian dan dukungan, hal itu akan menjadi energi positif bagi mereka untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik. Ini juga menjadi pengingat bahwa di luar sana masih ada keluarga yang menunggu mereka kembali dengan kondisi yang lebih baik,” katanya.

0 Komentar