RADARGARUT– Petugas kepolisian dari Polsek Wanaraja, Polres Garut, berhasil menggagalkan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat di wilayah Jalan Sawah Lega, Jalan Letjen H. Mashudi, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut.
Kejadian ini terjadi pada Minggu malam 8 Maret 2026 sekitar pukul 00.53 WIB, ketika sekelompok pemuda diduga hendak menggelar balapan liar di area sawah yang seharusnya menjadi lahan produktif pertanian.
Aksi cepat polisi ini menjadi bukti komitmen aparat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang rentan terhadap gangguan semacam ini.
Baca Juga:Polres Garut Evakuasi Truk Bermuatan Mie Instan yang Terguling di Tanjakan Andir MalangbongNothing Phone (4a) Pro: Review Spesifikasi, Harga di Indonesia, dan Apakah Worth It di 2026?
Menurut laporan awal, anggota piket Polsek Wanaraja sedang melaksanakan patroli malam hari untuk mengawasi potensi kerawanan. Saat itu, mereka menerima informasi dari warga setempat mengenai adanya kerumunan pemuda yang mencurigakan.
Tanpa menunggu lama, tim patroli langsung bergerak ke lokasi dan berhasil membubarkan kelompok tersebut. Kapolsek Wanaraja AKP Abusono, menjelaskan bahwa jajarannya bersikap tegas dan tanggap dengan aduan masyarakat sekitar.
“Anggota yang sedang melaksanakan patroli langsung menuju lokasi dan berhasil membubarkan pemuda yang berkumpul yang diduga akan melakukan balapan liar,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk balapan liar. Motor tersebut diketahui tidak sesuai dengan spesifikasi standar, dengan modifikasi yang berpotensi membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, motor ini sering kali digunakan dalam aktivitas balapan liar yang menimbulkan kebisingan dan gangguan ketertiban masyarakat. Petugas juga melakukan patroli stasioner dan mobile di sejumlah titik rawan untuk mencegah kejadian serupa berulang.
Balap liar telah menjadi masalah kronis di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Garut, yang sering kali melibatkan remaja dan pemuda. Aksi ini tidak hanya membahayakan keselamatan peserta, tetapi juga mengganggu ketenangan warga sekitar, terutama di malam hari.
Di wilayah pedesaan seperti Sawah Lega, balapan liar sering memanfaatkan jalanan sepi dan lahan terbuka, yang sebenarnya ditujukan untuk aktivitas pertanian. Dampaknya, selain risiko kecelakaan, juga dapat merusak infrastruktur jalan dan menimbulkan polusi suara yang mengganggu istirahat malam masyarakat.
