GARUT — Nasib kurang beruntung dialami seorang petani mentimun di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Tanaman yang sudah dirawat berbulan-bulan dan tinggal menunggu waktu panen, justru raib digondol pencuri hanya dalam waktu semalam.
Peristiwa pencurian hasil pertanian itu terjadi di Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari. Kebun mentimun milik seorang warga bernama Normalia menjadi sasaran pencurian ketika buah mentimun di lahan tersebut sudah memasuki masa panen.
Akibat kejadian tersebut, hampir seluruh mentimun yang siap dipetik dari kebun seluas sekitar 2.000 meter persegi itu hilang. Kondisi ini tentu menimbulkan kerugian bagi pemilik kebun yang telah mengeluarkan biaya dan tenaga untuk merawat tanaman hingga masa panen.
Baca Juga:Kegiatan Keagamaan di Cibudug Leuwigoong Terus Dikembangkan Selama RamadhanPengemis Membludak Saat Ramadhan, Satpol PP Garut Perketat Pengawasan
Normalia menuturkan, peristiwa pencurian tersebut terjadi beberapa hari yang lalu dan diduga dilakukan pada malam hari. “Habis seluruhnya buah yang sudah siap panen,” ujar Normalia, pada Minggu 8 Maret 2026.
Ia mengaku cukup terpukul dengan kejadian tersebut karena hasil panen yang diharapkan bisa menutup biaya produksi justru hilang sebelum sempat dipanen.
Meski demikian, Normalia masih memiliki sedikit harapan karena tanaman mentimun yang ada di kebunnya tidak langsung mati setelah panen pertama. Tanaman tersebut masih berpotensi menghasilkan buah kembali dalam beberapa waktu ke depan.
“Karena mentimun ini kan tidak panen satu kali langsung mati. Dia bisa berbuah beberapa kali. Dan tampaknya masih bisa berbuah,” katanya.
Terkait kejadian tersebut, ia mengaku belum melaporkannya ke pihak kepolisian. Namun ia sempat memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga di sekitar lokasi kebun.
Dari rekaman tersebut, terlihat sebuah sepeda motor melintas di sekitar area kebun pada malam hari saat kejadian berlangsung.
Meski begitu, belum dapat dipastikan apakah kendaraan tersebut berkaitan dengan aksi pencurian mentimun yang dialaminya.(Feri)
