Presiden Iran Masoud Pezeshkian Minta Maaf ke Negara Tetangga atas Serangan Rudal dan Drone

(Istimewa)
Presiden Iran melakukan permintaan terbuka dalam pidatonya untuk negara saudara yang terdampak rudal dan drone akibat serangan AS-Israel
0 Komentar

RADARGARUT– Dalam sebuah pidato mengejutkan yang disiarkan televisi negara Iran pada Sabtu 7 Maret 2026, Presiden Masoud Pezeshkian secara terbuka meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran belakangan ini.

Permintaan maaf ini muncul di tengah eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang kini memasuki hari kesembilan.

“Saya harus meminta maaf atas nama pribadi saya dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran,” ujarnya.

Baca Juga:Kabar Duka: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Setelah Berjuang Melawan Kanker GinjalSelamat Jalan Vidi Aldiano: Pejuang Kanker yang Mengajarkan Ketegaran Dalam 6 Tahun Perjuangan

Ia menekankan bahwa negara-negara Teluk tersebut adalah “saudara-saudara kita” dan Iran tidak memiliki niat untuk menginvasi atau menyerang mereka secara permanen.

Pezeshkian juga menyatakan bahwa Dewan Kepemimpinan Sementara Iran telah menyetujui penghentian serangan terhadap negara tetangga, dengan syarat serangan balik terhadap Iran tidak berasal dari wilayah mereka.

Permintaan maaf ini datang setelah Iran melancarkan serangkaian serangan balasan ke pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan wilayah Teluk lainnya.

Serangan tersebut merupakan respons terhadap serangan gabungan AS-Israel yang menghantam fasilitas militer, nuklir, dan kepemimpinan Iran, termasuk kematian beberapa komandan tinggi dan Pemimpin Tertinggi.

Beberapa laporan menyebut adanya kerusakan sipil dan militer di negara tetangga, yang memicu protes keras dari pemerintah Teluk.

Namun, nada rekonsiliasi Pezeshkian cepat menuai kontroversi. Beberapa jam setelah pidato disiarkan, presiden tampak mundur dari pernyataan awalnya melalui postingan di platform X.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak secara langsung menyerang negara tetangga, melainkan hanya menargetkan instalasi militer AS di wilayah tersebut. Langkah ini memicu spekulasi luas tentang perpecahan internal di kepemimpinan Iran, di mana faksi garis keras diduga menentang pendekatan yang lebih lunak dari presiden reformis ini.

Baca Juga:Polres Garut Gelar Gerakan Pangan Murah, Harga Beras Mulai Rp57.500 per 5 KgTegas Amankan Ketertiban, Polsek Wanaraja Razia Empat Sepeda Motor Balap Liar

Pezeshkian juga dengan tegas menolak tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Iran menyerah tanpa syarat.

“Itu mimpi yang sebaiknya mereka bawa ke liang lahat,” tegasnys.

Pernyataan ini disampaikan di saat serangan udara Israel terus menghantam Teheran dan wilayah Iran lainnya, sementara rudal Iran masih dilaporkan meluncur ke beberapa negara Teluk meski permintaan maaf telah bergema.

0 Komentar