RADARGARUT– Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Polres Garut melaksanakan kegiatan tanam jagung serentak pada kuartal pertama tahun ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan di tingkat daerah, khususnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Penanaman dilakukan di berbagai lokasi strategis, dengan fokus pada pemanfaatan lahan kosong untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
Kegiatan utama berlangsung di Kampung Citis, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Di lokasi ini, lahan seluas sekitar 1,2 hektare ditanami jagung sebagai langkah awal.
Baca Juga:Selamat Jalan Vidi Aldiano: Pejuang Kanker yang Mengajarkan Ketegaran Dalam 6 Tahun PerjuanganPolres Garut Gelar Gerakan Pangan Murah, Harga Beras Mulai Rp57.500 per 5 Kg
Kapores Garut, Yugi Bayu Hendarto, menjelaskan bahwa program ini tidak terbatas pada satu titik saja, melainkan tersebar di berbagai wilayah kabupaten. Secara keseluruhan, luas lahan yang disiapkan untuk penanaman jagung mencapai sekitar 94 hektare.
Hal ini diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan masyarakat setempat dan mengurangi ketergantungan pada impor.
“Untuk kegiatan hari ini, penanaman dilaksanakan di lahan seluas 1,2 hektare yang berada di Kampung Citis, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler,” ujarnya.
Ia juga menambahkan dalam sambutannya pada 7 Maret 2026, bahwa inisiatif ini melibatkan sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan keberhasilan program.
Program tanam jagung serentak ini merupakan respons terhadap tantangan ketahanan pangan di Indonesia, di mana produksi jagung menjadi salah satu pilar utama. Di Garut, yang dikenal sebagai daerah agraris, kegiatan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.
Selain penanaman, Polres Garut juga memberikan bantuan langsung kepada kelompok tani, seperti Kelompok Tani Maju Jaya, berupa bibit unggul, pupuk, dan alat pertanian sederhana. Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi musim tanam yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim.
Acara dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Garut, para pejabat utama Polres Garut, kelompok tani, komunitas pemuda, serta tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga:Tegas Amankan Ketertiban, Polsek Wanaraja Razia Empat Sepeda Motor Balap LiarPemerintah Hentikan BLT Kesra Rp900.000 di 2026, Bansos Reguler Tetap Jalan
Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah pusat untuk swasembada pangan. Salah satu peserta dari kelompok tani menyatakan antusiasmenya terhadap inisiatif ini.
