RADARGARUT– Hari Perempuan Sedunia, atau yang dikenal sebagai International Women’s Day, diperingati setiap tanggal 8 Maret di seluruh dunia.
Hari ini bukan hanya momen untuk memberikan bunga atau ucapan selamat, melainkan kesempatan penting untuk merefleksikan perjuangan panjang perempuan, merayakan pencapaian mereka, serta mendorong aksi nyata menuju kesetaraan gender yang lebih substantif.
Sejarah dan Makna Hari Perempuan Sedunia
Peringatan ini bermula dari aksi demonstrasi buruh perempuan di New York pada 8 Maret 1908 yang menuntut upah layak, pengurangan jam kerja, dan hak pilih.
Baca Juga:Kabar Duka: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun Setelah Berjuang Melawan Kanker GinjalSelamat Jalan Vidi Aldiano: Pejuang Kanker yang Mengajarkan Ketegaran Dalam 6 Tahun Perjuangan
Pada 1910, Konferensi Perempuan Buruh Internasional di Kopenhagen mengusulkan adanya hari khusus perempuan. Akhirnya pada 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB secara resmi menetapkan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.
Di Indonesia, hari ini sering dikaitkan dengan semangat emansipasi Kartini dan perjuangan perempuan melawan berbagai bentuk diskriminasi hingga kini.
Tema Resmi 2026: “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls”.
Tema ini ditetapkan oleh UN Women dan PBB sebagai tema observasi resmi PBB. Tema tersebut menekankan pentingnya:
- Rights (Hak-hak perempuan dan anak perempuan),
- Justice (Keadilan yang setara, termasuk menghapus hambatan struktural seperti hukum diskriminatif, perlindungan hukum yang lemah, dan norma sosial yang merugikan),
- Action (Aksi nyata untuk mempertahankan dan memperluas hak-hak tersebut bagi semua perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia).
Tahun 2026 ini menjadi momen krusial karena menyoroti bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang telah mencapai kesetaraan hukum penuh bagi perempuan dan anak perempuan.
Tema ini juga menyerukan pertahanan hak perempuan di tengah tantangan seperti konflik, represi, dan pelemahan sistem peradilan.Di sisi lain, situs kampanye IWD independen menggunakan tema pendamping “Give To Gain”, yang mendorong semangat memberi untuk mendapatkan manfaat bersama dalam mencapai kesetaraan gender.
Namun, tema yang paling diakui secara resmi oleh PBB dan UN Women adalah “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls”.
Mengapa Masih Sangat Relevan di Tahun 2025?
Di era digital dan pasca-pandemi, perempuan telah menunjukkan ketangguhan luar biasa. Banyak perempuan Indonesia yang sukses menjadi entrepreneur, pemimpin perusahaan, politisi, atlet, hingga content creator.
