Tukang Cingcau Inisiatif Bakar Tumpukan Sampah Ilegal di Cibatu Garut

(Pepen Apendi/Radar Garut)
pedagang cingcau keliling, Endang, warga Mangkubumi yang berinisiatif membakar tumpukan sampah. (Pepen Apendi/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Tumpukan sampah ilegal di pinggir Jalan Provinsi, tepatnya di dekat gorong-gorong Mangkubumi, Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, dikeluhkan para pengendara dan pejalan kaki yang melintas.

Selain mengganggu pemandangan, sampah yang menumpuk juga menimbulkan polusi lingkungan dan bau tidak sedap.

Kondisi tersebut mendorong kepedulian seorang pedagang cingcau keliling, Endang, warga Mangkubumi. Ia berinisiatif membakar dan membereskan tumpukan sampah agar tidak semakin menggunung hingga menutup badan jalan.

Baca Juga:Matangkan Persiapan Jelang Liga Nasional, Persigar Tambah Empat Pemain AnyarPUPR Kabupaten Garut Sinkronkan Data MBR untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

Menurutnya, jika dibiarkan, sampah bisa semakin banyak dan memperparah kondisi lingkungan sekitar.

“Mencari kambing hitam orang yang membuang sampah, sulit dilakukan. Karena tak kepergok saat membuang sampah. Untuk meminimalisir tumpukan sampah, warga harus peduli. Minimal membakar tumpukan sampah agar tak menimbun badan jalan,” ungkap Endang.

Lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal tersebut berada tidak jauh dari saung yang sebelumnya sempat menjadi perhatian warga karena ditemukannya sesosok mayat. Saung itu kini telah dibongkar oleh warga dengan disaksikan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kasi Kesra Desa Cibatu, Nandi Sunandi, menyampaikan bahwa pemerintah desa sebenarnya sudah berupaya mencegah praktik pembuangan sampah sembarangan.

Salah satunya dengan memasang baliho larangan membuang sampah di sepanjang jalan tersebut.

Namun, larangan itu tampaknya belum sepenuhnya diindahkan oleh oknum pembuang sampah. Akibatnya, ketika sampah menumpuk dan menimbulkan polusi, dampaknya justru dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Warga berharap ada kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan agar permasalahan serupa tidak terus berulang. (Pepen Apendi)

0 Komentar