Setelah dipikir dengan seksama. Memang betul. Hanya orang sakti yang mampu berpuasa sebulan penuh. Ingatlah tidak ada orang yang kuat berpuasa penuh selama sebulan. Yang benar adalah puasa sampai adzan maghrib. Setelah itu, mulai berpuasa lagi besoknya.
Berpikir seperti ini, apalagi kalau sedang puasa, memang rada aya lieuran. Kadang suka ngaburinyay juga kepada mastaka. Ungkapan satire ini bisa menjadi sangat relevan. Barang siapa yang ngomongnya seperti orang gila, maka sesungguhnya dia memang sudah gila.
Haus, lapar, dan lemes. Dipaksa berfikir keras dan lugas. Seperti mengatakan, “Barangsiapa yang tidak makan dari mulai subuh sampai Maghrib, sesungguhnya ia sedang berpuasa”. Memang betul. Tidak ada yang salah.
Baca Juga:Apel Kenaikan Pangkat, Kepala Rutan: Jadikan Ini Titik Awal Meningkatkan Integritas dan Kualitas PelayananUPT Puskesmas Cilawu Raih Predikat Zona Integritas Menuju WBK, Bupati Garut Tekankan Respons Cepat Aparatur
Jangan pernah ngobrol bolak-balik dan berutak-atik kata bagi orang lapar. Seunggah mikir. Mari fokus saja kepada kualitas ibadah terbaik kita di bulan suci ini. Sebab, bulan puasa adalah bulan dengan penuh ampunan. Ampun, belum bisa membeli baju lebaran. Ups… tidak nyambung lagi. (*)
