Pada 1 Maret 2026, harga emas dunia berada di kisaran US$5.278 sampai 5.299 per troy ounce, naik tajam dari level sebelum serangan sekitar US$5.100 hingga 5.182.
Di pasar domestik Indonesia, dampaknya langsung terasa, harga emas Antam dan logam mulia melonjak hingga ribuan rupiah per gram, dengan proyeksi bisa tembus Rp3,3 hingga 3,4 juta per gram jika tren global berlanjut.
Prediksi dan Dampak ke Depan
Banyak analis memproyeksikan harga emas dunia bisa kembali menuju US$5.500 dalam waktu dekat, bahkan lebih tinggi jika konflik AS-Iran tidak mereda.
Baca Juga:Polsek Wanaraja Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan Sawah Lega, 5 Motor Modifikasi Racing DiamankanRespons Cepat Polisi Garut Tangani Pengaduan Petasan di Malam Ramadan melalui WA Taros Kapolres
Namun, volatilitas tinggi juga diwaspadai, jika ada de-eskalasi mendadak atau intervensi diplomasi, koreksi harga bisa terjadi.
Bagi investor Indonesia, situasi ini menjadi momen penting. Emas bukan hanya investasi, tapi juga lindung nilai terhadap pelemahan rupiah dan inflasi impor akibat lonjakan energi.
Banyak pakar menyarankan diversifikasi portofolio dengan menambah alokasi emas fisik atau instrumen terkait emas.
Secara keseluruhan, lonjakan harga emas dunia saat ini adalah respons pasar terhadap perang Amerika-Iran yang memicu ketakutan global.
Di tengah gejolak Timur Tengah, emas sekali lagi membuktikan perannya sebagai “raja aset aman” di masa krisis.
Pantau terus perkembangan konflik, karena setiap eskalasi baru berpotensi mendorong harga lebih tinggi lagi. (*)
