Lonjakan Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru Akibat Eskalasi Konflik Amerika Serikat vs Iran

harga emas antam logam mulia
Harga emas Antam logam mulia hari ini. Foto: Logam Mulia - radargarut.id
0 Komentar

RADARGARUT– Harga emas dunia mengalami lonjakan drastis belakangan ini, terutama dipicu oleh eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memasuki fase perang terbuka.

Pada akhir Februari hingga awal Maret 2026, harga spot gold melonjak melewati level US$5.300 per troy ounce, bahkan mencapai kisaran US$5.278 sampai 5.299.

Pada 1 Maret 2026, naik signifikan sekitar 1,8 hingga 2% hanya dalam satu sesi perdagangan setelah serangan militer besar-besaran.

Baca Juga:Polsek Wanaraja Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan Sawah Lega, 5 Motor Modifikasi Racing DiamankanRespons Cepat Polisi Garut Tangani Pengaduan Petasan di Malam Ramadan melalui WA Taros Kapolres

Kenaikan ini bukan hal biasa. Sebelumnya, emas dunia sudah berada di tren bullish sepanjang 2025-2026 karena faktor seperti pembelian masif bank sentral, inflasi tinggi, dan ketidakpastian ekonomi global.

Namun, pemicu utama lonjakan terbaru adalah serangan gabungan AS dan Israel terhadap target-target di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan ini memicu respons balasan dari Teheran, termasuk serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Situasi ini langsung meningkatkan ketegangan geopolitik secara ekstrem, membuat investor global panik dan berbondong-bondong mencari aset safe haven.

Mengapa Emas Naik Drastis Saat Konflik AS-Iran Memanas?

Emas selalu menjadi pilihan utama investor saat dunia dilanda ketidakpastian. Berikut alasan utama kenaikan harga emas dunia imbas perang Amerika-Iran:

Status Safe Haven Terkuat

Di tengah risiko perang berkepanjangan, investor menjual aset berisiko seperti saham dan obligasi, lalu beralih ke emas yang dianggap stabil dan tidak terpengaruh langsung oleh inflasi atau kehancuran ekonomi akibat konflik.

Ancaman Gangguan Pasokan Minyak

Iran adalah produsen minyak besar. Eskalasi perang berpotensi mengganggu Selat Hormuz, yaitu jalur vital 20-30% pasokan minyak dunia.

Baca Juga:Polsek Tarogong Kidul Bubarkan Aksi Perang Sarung di Jalan Proklamasi, Satu Motor Diamankan untuk PenyelidikanBupati Garut Abdusy Syakur Amin Tekankan Peran Strategis Pemuda sebagai Penerus Kepemimpinan Berkelanjutan

Lonjakan harga minyak, Brent crude naik 2,5% ke sekitar US$72 per barel, memicu inflasi global, yang justru memperkuat emas sebagai lindung nilai inflasi.

Ketidakpastian Jangka Panjang

Analis dari Reuters, FXEmpire, dan lembaga seperti UBS memprediksi konflik bisa meluas melibatkan negara lain.

Hal ini meningkatkan permintaan emas sebagai aset perlindungan nilai jangka panjang.

Faktor Teknis dan Sentimen Pasar

Harga emas sudah berada di level tinggi dekat rekor US$5.600 pada Januari 2026.

Konflik ini menjadi katalis untuk breakout lebih tinggi, dengan target analis mencapai US$5.500 bahkan US$6.000 jika perang berlarut-larut.

0 Komentar