Laskar Prabowo 08 Garut Desak Pengusutan Dugaan Kelangkaan dan Penjualan Pupuk Subsidi di Atas HET

feri/radar garut
Oky Nugraha Sosrowiryo (kiri)
0 Komentar

GARUT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Prabowo 08 Kabupaten Garut menyikapi serius pemberitaan yang dimuat oleh Radar Garut terkait dugaan kelangkaan pupuk subsidi serta temuan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana disampaikan oleh Gapermas.

Sekretaris Jenderal DPC Laskar Prabowo 08 Garut, Oky Nugraha Sosrowiryo menegaskan bahwa persoalan pupuk subsidi bukan hal sepele, karena menyangkut langsung hajat hidup petani dan ketahanan pangan daerah.

“Kami memandang isu kelangkaan pupuk subsidi dan dugaan penjualan di atas HET harus ditindaklanjuti secara serius. Jangan sampai petani menjadi korban permainan distribusi maupun praktik yang melanggar aturan,” tegas Oky.

Baca Juga:Warga Garut Terkejut Dikirimi Paket Misterius, Diminta Bayar Cukup MahalTukang Cingcau Inisiatif Bakar Tumpukan Sampah Ilegal di Cibatu Garut

Menurutnya, pupuk subsidi merupakan program strategis pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas produksi pertanian.

Jika di lapangan terjadi kelangkaan atau harga tidak sesuai ketentuan, maka perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasannya.

Laskar Prabowo 08 mendorong dinas terkait, distributor, dan seluruh mata rantai penyalur pupuk agar terbuka dan transparan dalam menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan.

Selain itu, aparat pengawasan dan DPRD diminta segera melakukan inspeksi serta penelusuran fakta untuk memastikan tidak ada penyimpangan.

“Kami berdiri di pihak petani. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai praktik seperti ini terus berulang dan merugikan masyarakat kecil,” lanjut Oky.

Sebagai organisasi yang mengawal kebijakan pro-rakyat, Laskar Prabowo 08 menyatakan siap turut mengawasi serta menerima laporan dari masyarakat apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Garut.

“Kesejahteraan petani adalah bagian dari perjuangan kita bersama. Distribusi pupuk harus tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat harga,” katanya.

Baca Juga:Matangkan Persiapan Jelang Liga Nasional, Persigar Tambah Empat Pemain AnyarPUPR Kabupaten Garut Sinkronkan Data MBR untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

Sementara itu, Tereza Pratama, Manajer Jabar III PT Pupuk Indonesia, sebelumnya menyebut ada semacam anomali di tahun 2026 ini dalam hal serapan pupuk. Curah hujan yang masih tinggi menyebabkan kebutuhan petani akan pupuk cukup tinggi.

“Sampai dengan sejauh ini kami memang monitoringnya itu harian untuk stok di Garut. Cuma memang bisa kami sampaikan saat ini kan ada terjadi anomali ya, teman-teman,” ujar Tereza Pratama, Manajer Jabar III PT Pupuk Indonesia, belum lama ini.

0 Komentar