RADARGARUT– Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus mendorong kemajuan ekonomi daerah. Hal ini terlihat jelas dalam acara bertajuk Harmoni Ramadhan dalam Balutan Toleransi dan Kebersamaan, yang digelar di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir langsung dalam kegiatan tersebut yang dihadiri berbagai unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat lintas agama. Dalam sambutannya, Bupati menyoroti keberagaman yang menjadi kekayaan sekaligus tantangan di Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa upaya mencari-cari perbedaan justru tidak akan pernah menemukan titik temu yang sejati. Sebaliknya, Pancasila sebagai ideologi negara menjadi pilar utama yang menyatukan seluruh elemen bangsa dalam kebersamaan.
Baca Juga:Bocah 9 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Cikandandang Garut, Pencarian Tim Gabungan Masih BerlangsungLonjakan Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru Akibat Eskalasi Konflik Amerika Serikat vs Iran
Di tengah situasi dunia yang sedang dilanda berbagai konflik besar dan ketegangan geopolitik, Bupati mengajak warga Garut untuk terus bersyukur atas kedamaian yang masih terjaga di daerah ini.
“Kedamaian ini patut kita syukuri dan jaga bersama. Kita bisa memulainya dengan saling memberikan apa yang kita miliki kepada orang lain, dan sebaliknya,” ujarnya.
Pesan toleransi ini semakin relevan mengingat tahun 2026 membawa momen istimewa dimana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Inisiator acara, Agustine Merdekawati, menjelaskan bahwa fenomena langka ini menciptakan harmoni budaya dan agama yang jarang terjadi.
Dekorasi Imlek yang meriah bersanding dengan suasana Ramadan yang penuh kekhidmatan menjadi simbol keindahan dalam kebhinekaan Indonesia.
“Toleransi bukan berarti mencampuradukkan akidah, melainkan upaya saling memahami dan menghargai satu sama lain. Melalui acara ini, semoga tali silaturahmi semakin erat, dan perbedaan kita menjadi pelangi yang mempercantik cakrawala Indonesia,” jelas Agustine.
Tidak hanya membahas kerukunan beragama, Bupati Abdusy Syakur Amin juga menyampaikan optimisme di sektor ekonomi. Meskipun Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan seperti kemiskinan dan ketertinggalan di beberapa wilayah, daerah ini berhasil mencatatkan pencapaian terbaik dalam satu dekade terakhir.
Berdasarkan data resmi, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut pada tahun 2025 mencapai 6,34 persen, yang menjadi tren positif dan melampaui beberapa target pembangunan daerah. Peningkatan ini didukung oleh berbagai indikator, termasuk kenaikan Indeks Pembangunan Manusia dari 69,91 poin pada 2024 menjadi 70,67 poin pada 2025, serta realisasi kredit yang tumbuh signifikan.
