Bocah 9 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Cikandandang Garut, Pencarian Tim Gabungan Masih Berlangsung

(Instagram @polresgarut/radargarut.id)
Penelusuran hilangnya bocah 9 tahun di Pakenjeng (Instagram @polresgarut/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Tragedi menyedihkan menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di wilayah Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, seorang anak bernama Bagja bin Robi diduga hanyut terseret arus Sungai Cikandandang saat mencoba menyeberang sungai tersebut.

Peristiwa nahas ini terjadi di Kampung Bolang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng. Bagja, yang masih berstatus pelajar dan berdomisili di RT 01 RW 09 Kampung Bolang, diduga nekat menyeberang sungai bersama seorang temannya.

Baca Juga:Polsek Wanaraja Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan Sawah Lega, 5 Motor Modifikasi Racing DiamankanRespons Cepat Polisi Garut Tangani Pengaduan Petasan di Malam Ramadan melalui WA Taros Kapolres

Menurut keterangan saksi mata yang juga merupakan teman korban, kejadian bermula ketika Bagja dan temannya berada di dekat sungai.

Bocah itu kemudian mencoba menyeberang, namun tiba-tiba terseret arus deras sebelum akhirnya hilang dari pandangan.

Tim gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif. Operasi ini dipimpin oleh jajaran Polsek Pakenjeng bersama unsur TNI, pemerintah desa, serta warga setempat.

Kegiatan pencarian dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berfokus pada penyisiran manual di sepanjang aliran Sungai Cikandandang, mulai dari titik diduga korban hanyut hingga radius sekitar tiga kilometer ke hilir.

Kapolsek Pakenjeng, IPTU H. Muslih Hidayat, menjelaskan secara rinci proses yang dilakukan tim di lapangan.

“Pencarian dilakukan secara manual dengan menyisir pinggiran Sungai Cikandandang dari titik awal korban diduga hanyut hingga radius kurang lebih tiga kilometer,” jelasnya.

Selain penyisiran darat, tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memperkuat upaya evakuasi. Koordinasi dilakukan bersama Forkopimcam, BPBD Kabupaten Garut, serta tim perahu karet dari Damkar wilayah Bungbulang.

Baca Juga:Polsek Tarogong Kidul Bubarkan Aksi Perang Sarung di Jalan Proklamasi, Satu Motor Diamankan untuk PenyelidikanBupati Garut Abdusy Syakur Amin Tekankan Peran Strategis Pemuda sebagai Penerus Kepemimpinan Berkelanjutan

Bantuan perahu karet diharapkan dapat membantu menjangkau area yang sulit diakses secara manual, terutama di bagian sungai yang arusnya deras dan debit air meningkat akibat curah hujan sebelumnya.

Hingga Minggu malam 1 Maret 2026, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian terus dilanjutkan dengan melibatkan seluruh unsur terkait sesuai kebutuhan di lapangan.

Tim gabungan tetap siaga untuk memperluas radius pencarian jika diperlukan, sembari terus memantau kondisi cuaca dan debit air sungai yang berpotensi semakin tinggi.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Sungai Cikandandang, yang melintasi wilayah pegunungan Garut, sering mengalami peningkatan debit air terutama pada musim hujan. Aktivitas bermain atau beraktivitas di sekitar sungai tanpa pengawasan ketat sangat berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar.

0 Komentar