GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut menggelar Apel Penyematan Tanda Kenaikan Pangkat bagi pegawai, Senin (2/3/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momen apresiasi atas dedikasi dan kinerja aparatur dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail serta diikuti pejabat struktural, seluruh pegawai, hingga peserta magang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia tentang kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil, dilanjutkan dengan penyerahan SK dan penyematan tanda pangkat kepada pegawai yang berhak menerima kenaikan pangkat periode ini.
Baca Juga:UPT Puskesmas Cilawu Raih Predikat Zona Integritas Menuju WBK, Bupati Garut Tekankan Respons Cepat AparaturPGE Kamojang Tebar 1.682 Bantuan Ramadan, Perkuat Harmoni Sosial di Sekitar Wilayah Operasi
Muchamad Ismail menjelaskan bahwa kenaikan pangkat adalah bentuk pengakuan atas konsistensi pegawai dalam bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik, baik kepada masyarakat maupun warga binaan.
“Di tengah dinamika dan tantangan tugas pemasyarakatan yang terus berkembang, para pegawai dianggap mampu menunjukkan komitmen tinggi terhadap disiplin dan tanggung jawab,” jelasnya.
Ismail menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar seremoni atau penghargaan administratif, melainkan amanah besar yang harus diiringi peningkatan kualitas diri.
“Kenaikan pangkat adalah bentuk kepercayaan negara atas dedikasi dan loyalitas yang telah saudara-saudara tunjukkan. Namun saya tekankan, ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap jenjang kepangkatan membawa ekspektasi baru terhadap profesionalisme dan integritas pegawai. Menurutnya, aparatur pemasyarakatan harus mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, serta kinerja.
“Semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula tanggung jawab moral dan profesional yang melekat. Jadikan momentum ini untuk memperkuat integritas, meningkatkan kompetensi, dan memberikan pelayanan yang semakin humanis serta akuntabel,” tegasnya.
Ismail juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah institusi pemasyarakatan melalui pelaksanaan tugas yang sesuai dengan aturan serta nilai-nilai Tri Dharma Pemasyarakatan. Ia berharap para pegawai terus beradaptasi dengan tuntutan reformasi birokrasi dan perkembangan sistem pelayanan publik yang semakin transparan dan berbasis kinerja.
Baca Juga:BBOI Chapter Garut Gelar Bakti Sosial Ramadan di Pondok Penulis Asy-Syafi'ieAgustine: Toleransi Bukan Sekadar Wacana, Melainkan Praktik Nyata dalam Kehidupan
“Institusi ini tidak bisa berdiri kuat tanpa SDM yang solid dan berintegritas. Saya berharap yang menerima kenaikan pangkat dapat menjadi motor penggerak perubahan, menjadi contoh bagi rekan-rekan lainnya, serta terus menjaga komitmen terhadap pelayanan yang berorientasi pada pembinaan dan kemanusiaan,” pungkasnya. (*)
