Sirene peringatan berbunyi di Tel Aviv dan wilayah lain di Israel, sementara ledakan juga dilaporkan di beberapa kota di negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan AS.
IRGC Iran menyatakan bahwa serangan balasan ini merupakan “gelombang pertama” respons terhadap “agresi kriminal musuh”.
Menurut Palang Merah Iran, serangan gabungan AS-Israel menewaskan sedikitnya 201 orang dan melukai 747 lainnya di 24 provinsi.
Baca Juga:Polsek Banyuresmi dan SMAN 26 Garut Bagikan Takjil di Jalan Raya, Tingkatkan Kepedulian Sosial.Tanah Nganggur Bisa Disita Negara! Ini Aturan Baru PP 48/2025 yang Wajib Diketahui Pemilik Tanah
Salah satu insiden tragis yang dilaporkan adalah serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Provinsi Hormozgan, menewaskan lebih dari 80 siswa.
Pihak berwenang Iran mengecam serangan ini sebagai “kejahatan perang” dan menuduh AS-Israel sengaja menargetkan warga sipil.
Konflik ini terjadi setelah bulan-bulan ketegangan tinggi, termasuk penolakan Iran terhadap tuntutan AS untuk membatasi program nuklirnya.
Serangan ini juga menjadi kelanjutan dari perang singkat Israel-Iran pada Juni 2025 yang berakhir dengan gencatan senjata. Kini, operasi ini diyakini bertujuan tidak hanya menghancurkan kemampuan militer Iran, tetapi juga mendorong perubahan rezim di Teheran.
Dampak langsung terasa di seluruh kawasan, wilayah udara ditutup di Iran, Israel, Irak, dan Yordania, bahkan banyak maskapai internasional membatalkan penerbangan ke Timur Tengah.
Harga minyak dunia melonjak karena kekhawatiran gangguan pasokan dari Teluk Persia. Para analis memperingatkan potensi eskalasi menjadi perang regional yang lebih luas, meskipun belum ada indikasi kuat menuju Perang Dunia III.
Sementara situasi masih berkembang, dunia menantikan respons lebih lanjut dari Iran, potensi intervensi pihak ketiga, dan apakah serangan ini benar-benar akan mengubah lanskap politik Timur Tengah secara permanen.
Baca Juga:Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Minyak MentahMasa Bayaran di Balik Aksi Demonstrasi Mahasiswa Depan Mabes Polri
Hingga kini, operasi militer masih berlangsung, dengan ancaman serangan balasan lanjutan dari kedua belah pihak. (*)
