RADARGARUT– Kawasan Timur Tengah kembali diguncang oleh konflik bersenjata skala besar setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap berbagai target di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Operasi ini, yang diberi nama kode Roaring Lion oleh Israel dan Operation Epic Fury oleh Pentagon AS, menandai intervensi militer paling ambisius terhadap Republik Islam Iran dalam beberapa dekade terakhir.
Serangan dimulai pada pagi hari waktu setempat, bertepatan dengan hari kerja pertama dalam seminggu di Iran dan berlangsung di tengah bulan Ramadan.
Baca Juga:Polsek Banyuresmi dan SMAN 26 Garut Bagikan Takjil di Jalan Raya, Tingkatkan Kepedulian Sosial.Tanah Nganggur Bisa Disita Negara! Ini Aturan Baru PP 48/2025 yang Wajib Diketahui Pemilik Tanah
Ledakan dahsyat terdengar di ibu kota Teheran serta kota-kota besar lainnya seperti Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan Ilam.
Menurut laporan militer Israel, sekitar 200 jet tempur terlibat dalam operasi ini, menargetkan sekitar 500 lokasi termasuk sistem pertahanan udara, peluncur rudal balistik, fasilitas nuklir, dan markas penting Garda Revolusi Iran (IRGC).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk “menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran” serta mengakhiri program nuklir dan rudal balistik Teheran.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menekankan bahwa ini adalah serangan preventif untuk menghapus ancaman terhadap keamanan Israel.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya “operasi tempur besar-besaran” melalui video di media sosial, dan secara terbuka mendesak rakyat Iran untuk “merebut kembali pemerintahan mereka” dari para pemimpin ulama setelah operasi selesai.
Salah satu klaim paling kontroversial datang dari pihak Israel yaitu mereka menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut, dengan menyebut adanya “banyak tanda” bahwa ia “telah tiada” setelah compound kediamannya dihantam.
Beberapa sumber intelijen AS dan Israel bahkan mengonfirmasi kematian Khamenei kepada media internasional.
Baca Juga:Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Minyak MentahMasa Bayaran di Balik Aksi Demonstrasi Mahasiswa Depan Mabes Polri
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran dengan tegas membantah klaim ini, menyatakan bahwa Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian “selamat dan sehat” serta tetap memimpin respons negara.
Iran segera membalas serangan tersebut dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke arah Israel serta basis militer AS di negara-negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
