RADARGARUT– Pada Minggu, 1 Maret 2026, harga emas kembali menunjukkan tren penguatan signifikan di pasar domestik Indonesia.
Harga emas Antam resmi dari Logam Mulia PT Aneka Tambang melonjak tajam Rp40.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya, mencapai Rp3.085.000 per gram untuk ukuran 1 gram.
Kenaikan ini menjadi salah satu yang paling mencolok dalam beberapa hari terakhir, seiring dengan rebound harga emas dunia yang mendekati level tinggi.
Baca Juga:Polsek Banyuresmi dan SMAN 26 Garut Bagikan Takjil di Jalan Raya, Tingkatkan Kepedulian Sosial.Tanah Nganggur Bisa Disita Negara! Ini Aturan Baru PP 48/2025 yang Wajib Diketahui Pemilik Tanah
Menurut data terbaru dari situs resmi Logam Mulia, berikut rincian harga emas Antam hari ini (1 Maret 2026):
0,5 gram: Rp1.592.500
1 gram: Rp3.085.000
2 gram: Rp6.110.000
3 gram: Rp9.140.000
5 gram: Rp15.200.000
10 gram: Rp30.345.000 (estimasi berdasarkan tren)
Harga buyback: Rp2.864.000 per gram (naik ikut serta).
Kenaikan harga jual dan buyback ini mencerminkan sentimen positif di pasar global. Harga emas dunia ditutup pada akhir Februari 2026 di sekitar US$5.278 per ons troi, naik sekitar 1,8% dari hari sebelumnya.
Konversi ke rupiah dengan kurs sekitar Rp16.800 per USD menghasilkan nilai setara sekitar Rp2.851.000 per gram untuk emas spot, sementara premium Antam tetap tinggi karena faktor lokal seperti permintaan fisik dan biaya produksi.
Di Pegadaian, varian emas lain juga menguat. Harga emas UBS mencapai Rp3.123.000 per gram atau naik Rp40.000, sementara Galeri24 berada di kisaran Rp3.065.000 sampai Rp3.123.000 per gram.
Emas perhiasan 24 karat di toko seperti Raja Emas Indonesia tercatat Rp2.540.000 per gram atau naik tipis Rp10.000, dan di Lakuemas sekitar Rp2.631.000 per gram.
Faktor Penggerak Harga Emas Hari Ini
Kenaikan harga emas ini didorong oleh beberapa faktor utama:
- Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, termasuk eskalasi konflik yang melibatkan serangan militer baru-baru ini, mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.
- Pelemahan dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter longgar dari bank sentral global, termasuk potensi penurunan suku bunga Fed.
- Inflasi yang membandel dan kekhawatiran proteksionisme perdagangan membuat emas semakin menarik sebagai lindung nilai.
Analis pasar seperti dari Dupoin Futures memprediksi pergerakan bullish pada pekan pertama Maret 2026.
Baca Juga:Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Minyak MentahMasa Bayaran di Balik Aksi Demonstrasi Mahasiswa Depan Mabes Polri
“Harga emas diprediksi tetap menguat awal Maret ini, didorong ketidakpastian geopolitik, pelemahan dolar, dan ekspektasi kebijakan moneter longgar,” ungkap seorang analis dalam laporan terbaru.
