Wakil Bupati Garut Salurkan Santunan kepada Anak Yatim di Pesantren Sukawening

(Istimewa)
Bupati Garut beri santunan pada santri di Sukawening (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Pada 27 Februari 2026, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyerahkan bantuan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di Pondok Pesantren Cikal, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Kegiatan ini berlangsung di lingkungan pesantren setempat dan dihadiri oleh para santri, pengurus pesantren, tokoh masyarakat sekitar, serta perwakilan dari organisasi mahasiswa.

Bantuan yang disalurkan berasal sepenuhnya dari dana pribadi Wakil Bupati beserta keluarganya, bukan dari anggaran pemerintah daerah atau APBD.

Baca Juga:BRIN Siap Fasilitasi Garut Lahirkan Startup Unggulan: Dorong Ekonomi KreatifGarut Perkuat Daya Saing Daerah Melalui Kolaborasi Riset dengan BRIN

Hal ini disampaikan langsung oleh Putri Karlina dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen pribadi untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim di lingkungan pesantren.

“Dana yang digunakan berasal 100 persen dari uang pribadi dan keluarga, tanpa melibatkan satu rupiah pun dari anggaran daerah. Ini adalah upaya untuk hadir dan berbagi di tengah masyarakat. Semoga anak-anak di sini dapat tumbuh menjadi generasi yang sholeh dan sholehah, serta pesantren ini terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Pondok Pesantren Cikal Sukawening berperan sebagai penyalur dan fasilitator bantuan tersebut kepada para santri yatim yang menjadi penerima manfaat.

Acara berjalan secara khidmat, diawali dengan penyerahan santunan secara simbolis, dilanjutkan doa bersama, serta sambutan dari berbagai pihak yang hadir.

Pimpinan Pondok Pesantren Cikal, Ustaz Andi Supriadi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan motivasi kepada para anak yatim dan hadirin.

Ia mengingatkan bahwa kondisi sulit yang dialami saat ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Jika hari ini kita berada dalam posisi sebagai penerima manfaat, maka suatu saat kita harus mampu menjadi pemberi manfaat. Jika saat ini tangan kita berada di bawah, maka ke depan harus menjadi tangan yang berada di atas, yang mampu membantu orang lain,” tuturnya.

Baca Juga:THR Ojol 2026: Update Terbaru, Besaran, Jadwal Cair, dan Syarat Penerima Bonus Hari Raya Driver Ojek OnlinePSSI Kembali Dapatkan Sanksi Dari AFC, Jadi Ancaman Dan Denda Ratusan Juta Untuk Timnas

Kegiatan ini tidak hanya terbatas pada penyaluran santunan, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi antarpihak yang terlibat.

Selain itu, acara tersebut dimanfaatkan sebagai wadah penampungan aspirasi dari masyarakat sekitar.

0 Komentar