Agustine: Toleransi Bukan Sekadar Wacana, Melainkan Praktik Nyata dalam Kehidupan

Radar Garut
Agustine: Toleransi Bukan Sekadar Wacana, Melainkan Praktik Nyata dalam Kehidupan
0 Komentar

GARUT – Momentum Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Hal tersebut oleh Agustine Merdekawati, seorang Notaris di Garut menggagas kegiatan silaturahmi lintas agama, Sabtu (28/02/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda seperti Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Forum Kerukunan Umat Beragama, tokoh agama, budaya, perbankan, hingga pelaku usaha. Hadir juga berbagai tokoh lintas agama seperti Ketua Vihara Dharma Loka Garut Senjaya, perwakilan MUI, PCNU, tokoh gereja, pesantren, hingga tokoh budaya.

Penggagas kegiatan, Agustine Merdekawati menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara. Menurutnya hal ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi ruang untuk memperkuat fondasi persatuan di tengah keberagaman masyarakat Garut.

Baca Juga:Polsek Pasirwangi Bubarkan Aksi Balap Liar, Amankan 5 Pelaku dan 12 MotorBuka Puasa Penuh Haru di Rutan Garut, Kebersamaan Kuatkan Semangat Warga Binaan

“Kehadiran kita di sini dari berbagai latar belakang keyakinan adalah bukti nyata bahwa persaudaraan kemanusiaan jauh lebih kuat daripada perbedaan yang ada,” ujar Agustine.

Ia menuturkan, bertepatan­nya Imlek dan Ramadan pada tahun ini menjadi simbol harmoni budaya dan agama yang jarang terjadi. Dekorasi Imlek yang bersanding dengan nuansa Ramadan dinilainya sebagai gambaran indahnya kebhinekaan Indonesia, khususnya di Garut.

“Tahun 2026 ini menjadi momen istimewa. Perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan hadir dalam waktu yang bersamaan. Ini fenomena langka yang menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Menurutnya, toleransi bukan berarti mencampuradukkan akidah, melainkan membangun sikap saling memahami dan menghargai antarumat beragama.

“Modernisasi agama adalah kunci. Toleransi bukan mencampuradukkan keyakinan, tetapi bagaimana kita bisa saling memahami dan menghormati satu sama lain,” tegasnya.

Agustine juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Garut yang dinilainya telah menjaga kondusifitas daerah sehingga hubungan antarumat beragama tetap harmonis dan damai.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Forkopimda yang terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Semoga melalui kegiatan ini kita semakin mempererat tali silaturahmi antarumat beragama,” ujarnya.

Baca Juga:Pencukur di Garut Gelar MBG “Mangkas Buuk Gratis” dan “Menu Buka Gratis”, Kritik Sosial Program Makan BergiziRutan Garut Raih Dua Penghargaan dari KPPN

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi penguat komitmen bersama untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

0 Komentar