Sawah di Leuwigoong Kesulitan Air, Petani Harus Ngandir ke Hulu

Pepen Apendi / Radar Garut
Sawah di Blok Asem Desa Persiapan Sindang Rahayu, Leuwigoong kesulitan air. (Pepen Apendi/ Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Tanaman padi di Blok Asem, Desa Persiapan Sindang Rahayu, Kecamatan Leuwigoong, saat ini mengalami kesulitan air untuk mengairi areal persawahan. Padahal musim tanam telah dimulai, namun aliran air dari saluran tersier belum mengalir sebagaimana dibutuhkan petani.

“Penyebab kesulitan air untuk mengairi sawah, karena air irigasi digunakan para petani dibagi an hulu. Sawah digilir menunggu giliran, ” kata Dede, petani Sindang Rahayu, Kamis, 26 Februari 2026.

Kondisi serupa juga terjadi pada sawah di wilayah Cermin yang berada di bagian hulu irigasi. Para petani di daerah tersebut sama-sama memulai musim tanam yang membutuhkan pasokan air cukup.

Baca Juga:Serapan Pupuk Urea 2025 Rendah, Data Petani Garut Diklaim Sudah DiperbaikiWar Takjil di Garut! Ini 9 Lokasi Favorit Warga Jelang Berbuka

Meski hujan masih turun, kebutuhan air untuk mengairi sawah dinilai tidak bisa hanya mengandalkan curah hujan.

Petani lainnya, Jajang, menyebut perbaikan irigasi yang telah dilakukan pemerintah memang membantu para petani.

Namun, menurutnya, debit air irigasi tetap harus menjadi perhatian serius. Ia berharap tidak terjadi lagi kondisi air irigasi seret dan tidak mengalir.

Untuk mendapatkan air, para petani terpaksa ngandir ke bagian hulu irigasi. Bahkan, tak jarang terjadi rebutan air di antara sesama pengguna irigasi.

Kondisi petani dari hilir yang ngandir air Irigasi Cibuyutan Utara ke bagian hulu juga terjadi setiap hari di wilayah Sindangsari dan Leuwigoong.

Mereka melakukan hal tersebut demi mengairi sawah dan kolam agar tetap bisa berproduksi di tengah keterbatasan pasokan air. (Pepen Apendi)

0 Komentar