RADARGARUT – Konfederasi Sepak Bola Asia kembali “menampar” Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di awal 2026.
Sanksi terbaru diumumkan pada 25 Februari 2026 yaitu denda US$1.500 atau sekitar Rp25 juta karena kelalaian administrasi di laga uji coba Timnas Indonesia U-23 vs Mali U-23 November lalu.
Ini bukan sekadar denda kecil, ini sudah sanksi kedua dalam sebulan, dengan total denda mencapai lebih dari Rp260 juta.
Baca Juga:Iuran BPJS 2026 Diwacanakan Naik, Ini Alasan Dan Dampaknya Bagi Peserta MandiriWartawan Priangan Diduga Dianiaya Ketua KDMP Saat Mintai Keterangan Di RS TMC Tasikmalaya
Anggita Komite Disiplin dan Etik AFC mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kewajiban untuk membayar denda pelanggaran terkait pertandingan internasional.
“Federasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan membayar denda US$1.500 karena melanggar Pasal 11.15 Regulasi AFC terkait pertandingan internasional,” ujarnya.
Laga uji coba di Stadion Pakansari, Bogor, itu seharusnya jadi ajang pemanasan bagus buat Garuda Muda.
Sayangnya, PSSI terlambat mengajukan notifikasi resmi ke AFC sehingga pelanggaran administratif yang sepele dapat berulang kali terjadi.
Ini bukan pertama kalinya, awal Februari 2026, PSSI sudah didenda US$14.000 atau sekitar Rp230-260 juta gara-gara masalah keamanan dan disiplin di Piala Asia Futsal AFC 2026 yang digelar di Jakarta.
Kenapa Sanksi AFC ke Indonesia Terus Berulang?
Penyebab utamanya adalah kelalaian birokrasi, keterlambatan pengajuan dokumen, pelaporan hasil pertandingan, hingga koordinasi buruk dengan konfederasi lain.
Di era aplikasi dan reminder digital, kesalahan seperti ini seharusnya bisa dihindari. Akibatnya, PSSI jadi “langganan” sanksi AFC, dan citra Indonesia di mata Asia semakin terpuruk. Padahal kita sedang gencar promosi diri sebagai tuan rumah event besar.
Baca Juga:Polsek Wanaraja Amankan Sejumlah Botol Miras Dari Pedagang LokalCara Membuat Es Buah Segar Dengan Budget Murah Di Rumah
Dampak Nyata yang Mengkhawatirkan
Finansial: Ratusan juta rupiah hilang sia-sia, padahal dana itu bisa dipakai buat pembinaan pemain muda atau renovasi stadion.
Reputasi: AFC dan FIFA mulai memandang PSSI kurang profesional. Hal ini bisa mengakibatkan sulitnya pengajuan tuan rumah turnamen atau alokasi slot kompetisi.
Timnas: Tekanan tambahan menjelang FIFA Series 2026 dan kualifikasi Piala Dunia. Pemain dan pelatih harus fokus di lapangan, tapi federasi malah sibuk bayar denda.
Suporter: Kecewa berat melihat federasi yang seharusnya jadi garda terdepan malah sering bikin blunder.
