“Saya terpaksa begini karena anak. Tidak ada pilihan lain, suaminya juga susah cari kerja,” ujarnya sembari menahan tangis.
Ia mengaku dalam sehari penghasilanya menjadi manusia silver tidak menentu. Lanjutnya, jika beruntung ia bisa membawa pulang uang sebesar Rp 100.000.
“Kalau jujur jujuran ya dapat lah seratus ribu, kalau suami lebih sedikit karena mungkin cowok ya, sedangkan saya ini kan perempuan,” lanjutnya.
Baca Juga:PKL Musiman Serbu Pusat Kota Garut Saat Ramadhan, Pemda Buka Pendaftaran Relokasi di Garut PlazaDi Rumah Nyaris Roboh, Emak Ocih Bertahan: Yudha Puja Turnawan Dorong Solusi Nyata
Novianti mengaku bahwa menjadi seorang manusia silver bukan tanpa resiko, cat sablon yang biasa dipakai untuk baju tersebut menimbulkan rasa gatal dan perih, terutama jika terkena mata.
“Ini pakai cat sablon buat baju. Rasanya gatal ke kulit, kalau kena mata perih. Bersihinnya pakai sabun cuci piring atau sunlight,” ucapnya.
Menjelang lebaran atau idul fitri nanti Novianti bersama suaminya mempunyai niat untuk kembali pulang ke kampung halamanya di Jawa Tengah, hanya saja terkendala oleh biaya.
“Pengen sih pulang, tapi kayanya engga. Soalnya ongkosnya mahal, kalau dihitung hitung punya Rp 3 juta juga tidak akan cukup, apalagi membawa 3 anak,” pungkasnya. (Ale)
