GARUT – Di bawah panasnya terik matahari ataupun gerimis hujan yang kerap terjadi di kawasan jalan Jendral Sudirman tepatnya di pom bensin, tak menyurutkan langkah Novianti (27), untuk mencari nafkah demi bertahan hidup dengan menjadi manusia silver.
Novianti yang mengaku merupakan warga asli Wonogiri, Jawa Tengah, terpaksa harus menjadi manusia silver lantaran suaminya yang bernama Pandu ditipu temanya yang menjanjikan akan diberikan pekerjaan di Garut.
“Saya kesini itu karena ketipu teman suami saya, suami saya itu kan supir nah temanya itu menjanjikan bahwa ada lowongan kerja disini katanya. Nah, salahnya suami saya percaya begitu saja dan langsung berangkat kesini,” ujar Novianti, saat ditemui di pom bensin Jalan Jendral Sudirman, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca Juga:PKL Musiman Serbu Pusat Kota Garut Saat Ramadhan, Pemda Buka Pendaftaran Relokasi di Garut PlazaDi Rumah Nyaris Roboh, Emak Ocih Bertahan: Yudha Puja Turnawan Dorong Solusi Nyata
Namun harapan itu sirna, setelah sebulan di Garut, teman suaminya menghilang tanpa kabar. Bahkan uang yang mereka bawa juga ikut raib.
“Ternyata setelah sebulan, teman suami saya tidak ada kabar sama sekali. Uang juga dibawa kabur. Saya di sini tidak punya saudara,” katanya lirih.
Kini, Novianti dan Pandu terpaksa harus bekerja sebagai manusia silver demi bertahan hidup sekaligus membiayai ketiga anaknya.
Novianti dan Pandu mencari nafkah secara terpisah atau dengan lokasi yang berbeda. Novianti mangkal disekitaran pom di jalan sudirman sedangkan suaminya di pom jalan Cimanuk.
“Setiap hari saya sama suami berangkat bersama, saya jalan kesini, suami saya naik angkot ke jalan cimanuk. Kalau anak saya dititipkan di neneknya,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, bahwa selama dua tahun ini ia bersama suaminya menempati kontrakan di daerah Cisereuh dengan tarif Rp 400.000 per bulan.
Novianti menjelaskan, selama ini suaminya sudah mencoba peruntungan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, namun sayangnya harus terkendala banyak hal.
Baca Juga:Lapas Garut Kembali Ukir Prestasi: Raih Garut Treasury Award 2026, Lengkapi Penghargaan Ombudsman RIAtap Pabrik Tahu di Cigedug Garut Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta
“Saya disini sudah hampir dua tahun, sebetulnya suami saya sudah coba cari kerja tapi susah kalau bukan asli orang sini, sekalipun ada lowongan eh harus ada adminya,” jelasnya.
Ia dan suamimya terpaksa harus menekuni pekerjaan tersebut demi kebutuhan keluarga.
Menurutnya, saat ini mereka telah dikaruniai tiga orang anak, yang pertama berusia 6 tahun, kedua 4 tahun dan yang ketiga baru 8 bulan.
