Mata Air Cigaluh Bertambah, Warga Berharap Debit Stabil Saat Kemarau

(Pepen Apendi/Radar Garut)
Kondisi pemandian Cigaluh di Kampung Cibudug Desa Sindangsari, Leuwigoong. (Pepen Apendi/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Mata air pemandian Cigaluh di Kampung Cibudug, Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong, kini bertambah. Jika sebelumnya sumber air hanya berasal dari akar pohon besar di lokasi tersebut, saat ini air bersih kembali memancar dari bekas saluran irigasi Cigaluh.

“Meski mata air tambahan memancar dari bekas irigasi, namun airnya bening dan bersih. Mata air itu sudah ditembok agar air tak ngocor ke tempat lain, ” kata Lalan, warga Cibudug, Kamis, 26 Februari 2026.

Warga berharap dengan bertambahnya sumber mata air, debit air pemandian Cigaluh tidak akan surut saat musim kemarau. Terlebih, pengguna air tidak hanya berasal dari warga Cibudug, tetapi juga dari luar daerah tersebut.

Baca Juga:Lapas Garut Kembali Ukir Prestasi: Raih Garut Treasury Award 2026, Lengkapi Penghargaan Ombudsman RIAtap Pabrik Tahu di Cigedug Garut Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta

Sarana dan prasarana pemandian Cigaluh sebelumnya telah dibangun melalui dana desa oleh TPK Desa Sindangsari.

Namun, persentase penyelesaian pembangunan sempat dipertanyakan warga, apakah sudah mencapai 100 persen atau belum. Sejumlah warga juga sempat meminta kejelasan terkait Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Cigaluh.

Di area pemandian kini telah berdiri mushola permanen yang dapat digunakan siapa saja untuk menunaikan salat, baik setelah bekerja di sawah maupun setelah memancing di selokan Cibudug. Fasilitas tersebut diharapkan menunjang kenyamanan pengunjung.

Sementara itu, dalam proses pembangunan pemandian Cigaluh, biaya angkut material terbilang cukup mahal karena jarak lokasi pemandian ke jalan raya sekitar 250 meter.

Ketua RW Cibudug, Yudi, menyampaikan bahwa pihaknya telah memasang plampet di mushola. Ia juga mengingatkan bahwa pengunjung dari luar yang mandi di Cigaluh pada malam hari diwajibkan melapor kepada Ketua RT/RW setempat agar keberadaannya diketahui. (Pepen Apendi)

0 Komentar