Buka Puasa Penuh Haru di Rutan Garut, Kebersamaan Kuatkan Semangat Warga Binaan

istimewa
Buka Puasa Penuh Haru di Rutan Garut, Kebersamaan Kuatkan Semangat Warga Binaan
0 Komentar

GARUT – Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut saat pelaksanaan layanan kunjungan buka puasa bersama warga binaan, Kamis (26/2/2026).

Momentum Ramadan 1447 Hijriah ini menjadi ruang yang sangat berarti bagi warga binaan dan keluarga untuk kembali merasakan kebersamaan di tengah masa pembinaan.

Tercatat sebanyak 34 antrean kunjungan dengan total 86 orang pengunjung hadir dalam kegiatan tersebut. Sejak sore hari, keluarga warga binaan telah memadati area layanan kunjungan dengan tertib, membawa makanan berbuka dan harapan untuk bertemu orang terkasih.

Baca Juga:Pencukur di Garut Gelar MBG “Mangkas Buuk Gratis” dan “Menu Buka Gratis”, Kritik Sosial Program Makan BergiziRutan Garut Raih Dua Penghargaan dari KPPN

Bagi warga binaan, kesempatan berbuka puasa bersama keluarga bukan sekadar rutinitas kunjungan. Momen tersebut menjadi ruang emosional yang memperkuat semangat, harapan, dan motivasi untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik. Tangis haru, senyum bahagia, hingga doa bersama mewarnai suasana jelang azan Magrib.

Kebersamaan saat berbuka, berbincang, dan saling mendoakan menghadirkan energi positif yang berdampak langsung pada kondisi psikologis warga binaan. Dukungan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam proses perubahan diri serta keberhasilan reintegrasi sosial di kemudian hari.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail, menegaskan bahwa layanan buka puasa bersama ini bukan sekadar pemenuhan hak kunjungan, tetapi merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.

“Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan, refleksi diri, dan penguatan nilai-nilai kekeluargaan. Kami memandang bahwa dukungan keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk motivasi warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Muchamad Ismail.

Ia menjelaskan, Rutan Garut berupaya menghadirkan sistem pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek keamanan, tetapi juga pada sentuhan kemanusiaan.

“Pembinaan tidak bisa hanya dilakukan melalui aturan dan kedisiplinan semata. Warga binaan juga membutuhkan dukungan moral, perhatian, dan kasih sayang dari keluarga,” jelasnya.

“Melalui momen buka puasa bersama ini, kami ingin memastikan bahwa mereka tetap merasakan kehadiran keluarga sebagai sumber kekuatan. Ketika ikatan keluarga tetap terjaga, proses pembinaan akan lebih efektif dan peluang keberhasilan reintegrasi sosial semakin besar,” sambungnya.

0 Komentar