Tegaskan Komitmen Pengelolaan Anggaran Transparan
GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut kembali mencatatkan prestasi di bidang pengelolaan keuangan. Dalam kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Langkah-Langkah Pelaksanaan Anggaran Tahun 2026 bagi Satuan Kerja Lingkup KPPN Garut, Rutan Garut berhasil meraih dua penghargaan pada ajang Garut Treasury Award yang digelar di Aula KPPN Garut Lantai 2, Rabu (26/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan anggaran Semester II Tahun 2025 sekaligus penguatan strategi pelaksanaan anggaran Semester I Tahun 2026. Acara diisi dengan sambutan Kepala KPPN Garut, pemaparan capaian kinerja mitra kerja, evaluasi serapan anggaran, serta penyerahan penghargaan kepada satuan kerja berprestasi.
Dalam kesempatan itu, Rutan Garut meraih Peringkat Kedua untuk kategori Satuan Kerja Pengguna Digipay dengan Jumlah Nominal Terbanyak Semester II Tahun 2025. Selain itu, Rutan Garut juga meraih Peringkat Ketiga untuk kategori Satuan Kerja Pengguna Digipay dengan Jumlah Transaksi Terbanyak Semester II Tahun 2025.
Baca Juga:Maksimalkan Ramadhan, Ahab Ajak Semua Pihak Tingkatkan IbadahBocah Dianiaya Oknum Sampai Meninggal, Sekum PC PMII Garut: Hukum Harus Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas optimalisasi penggunaan Digipay dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran pemerintah yang transparan dan akuntabel.
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pengelolaan keuangan di lingkungan Rutan Garut.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi bukti bahwa pengelolaan anggaran di Rutan Garut dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kami berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran yang dikelola benar-benar digunakan secara efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan Digipay menjadi bagian penting dalam mendukung sistem keuangan negara yang modern dan efisien. Menurutnya, digitalisasi pembayaran tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga memperkuat pengawasan dan akuntabilitas.
“Melalui Digipay, seluruh transaksi tercatat secara sistematis dan dapat ditelusuri dengan jelas. Ini meminimalkan potensi kesalahan administrasi sekaligus memperkuat transparansi. Kami akan terus mendorong optimalisasi penggunaan sistem digital guna mendukung reformasi birokrasi di bidang keuangan,” jelasnya.
Muchamad Ismail juga menegaskan bahwa keikutsertaan Rutan Garut dalam forum koordinasi bersama KPPN merupakan bentuk sinergi yang harus terus dijaga.
