Bagi pelaku usaha ekspor, penguatan ini bisa sedikit menekan daya saing, tapi secara keseluruhan mendukung stabilitas harga dan pengendalian inflasi.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat stabilisasi rupiah, termasuk melalui kebijakan makroprudensial pro-growth seperti Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial yang mendorong penurunan suku bunga kredit.
Dengan fundamental ekonomi yang solid, imbal hasil menarik, inflasi terkendali, dan prospek pertumbuhan tinggi, rupiah dipandang undervalued dan berpotensi menguat lebih lanjut ke depan.
Baca Juga:Xiaomi Pad 8: Tablet Mid-Range Terbaik 2026 dengan Performa Flagship dan Harga Terjangkau di IndonesiaBupati Garut Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Cilautereun, Koordinasi Intens dengan DKP Jabar
Pantau terus update kurs rupiah real-time melalui situs resmi BI, Bloomberg, atau aplikasi perbankan seperti BCA, Mandiri, dan BRI.
Di tengah ketidakpastian global, stabilitas rupiah tetap menjadi kunci utama menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia. (*)
