RADARGARUT– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis pagi, 26 Februari 2026.
Berdasarkan data Bloomberg dan laporan pasar terkini, rupiah ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Rabu 25 Februari 2026 ke level Rp16.800 per dolar AS, naik 29 poin atau sekitar 0,17% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.829 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi setelah rupiah sempat melemah pada sesi sebelumnya, seiring dengan pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,13% ke level 97,71.
Baca Juga:Xiaomi Pad 8: Tablet Mid-Range Terbaik 2026 dengan Performa Flagship dan Harga Terjangkau di IndonesiaBupati Garut Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Cilautereun, Koordinasi Intens dengan DKP Jabar
Sentimen positif dari pasar global, termasuk ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang lebih lanjut, turut mendukung apresiasi rupiah.
Di sisi domestik, kebijakan stabilisasi Bank Indonesia yang konsisten mempertahankan BI-Rate di level 4,75% sejak Rapat Dewan Gubernur 18-19 Februari 2026, memberikan pondasi kuat bagi stabilitas nilai tukar.
Menurut data Kurs Transaksi BI terakhir update 25 Februari 2026, kurs jual USD mencapai Rp16.914,15 dan kurs beli Rp16.745,85. Sementara itu, kurs e-Rate BCA pada pagi hari ini menunjukkan beli Rp16.752 dan jual Rp16.812 per dolar AS.
Kurs tengah JISDOR BI pada 25 Februari tercatat Rp16.813 per dolar AS, mencerminkan tren stabil di kisaran Rp16.800-an.
Faktor Pendukung Penguatan Rupiah
Penguatan rupiah hari ini didorong oleh beberapa faktor utama:
Sentimen global: Indeks dolar AS melemah akibat ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pelonggaran moneter The Fed, membuat aset emerging market seperti rupiah lebih menarik.
Fundamental domestik: Inflasi IHK Januari 2026 tercatat 3,55%, meski naik dari bulan sebelumnya, masih terkendali dalam sasaran BI 2,5±1% untuk 2026-2027. BI terus melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas.
Baca Juga:Atasi Masalah Ticketing dan Ketertiban, Bupati Garut Janji Benahi Wisata Pantai SantoloPolsek Bayongbong Razia Knalpot Brong Dan Razia Standing Motor
Aliran modal: Investor asing tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, didukung oleh pertumbuhan kredit yang mencapai +10% YoY per Januari 2026.
Analis pasar memproyeksikan rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran Rp16.775 sampai Rp16.900 per dolar AS, dengan bias menguat jika sentimen global tetap positif.
Namun, beberapa pengamat memperkirakan potensi pelemahan tipis besok jika ada tekanan baru dari pidato atau kebijakan eksternal.
Dampak bagi Ekonomi dan Masyarakat
Penguatan rupiah ini membawa angin segar bagi importir dan konsumen, karena menekan biaya impor barang-barang seperti bahan baku industri, elektronik, dan BBM.
