GARUT – Di sebuah kampung Cipondok, Desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan, berdiri rumah reyot yang nyaris roboh dimakan usia. Rumah itu adalah milik dari Emak Ocih.
Di sana dia sehari-hari menjalani hidup dalam kesunyian, lantai tanah yang lembap, dinding rapuh, dan atap yang tak lagi kokoh menjadi ruang hidup yang setiap hari ia tempati dengan segala keterbatasan.
Di rumah sederhana itulah Emak Ocih bertahan. Sejak suaminya meninggal hampir dua tahun lalu, beban hidup terasa semakin berat bagi emak Ocih.
Baca Juga:Lapas Garut Kembali Ukir Prestasi: Raih Garut Treasury Award 2026, Lengkapi Penghargaan Ombudsman RIAtap Pabrik Tahu di Cigedug Garut Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta
Dari beberapa anaknya, hanya satu yang tinggal bersamanya, yakni Hikmat. Ia bekerja sebagai buruh menjahit sarung tangan kulit dengan upah Rp35.000 per hari penghasilan yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak.
Anak-anak lainnya telah berumah tangga dan tinggal terpisah di berbagai daerah, sementara satu anaknya, Agus Nurjaman, telah lebih dahulu meninggal dunia.
Secara administratif, Emak Ocih terdata dalam desil 1 berdasarkan keterangan Pendamping Linjamsos. Ia telah menerima bantuan BPNT, BLT Ketahanan Pangan (Ketara), serta BLT Dana Desa.
Namun bantuan tersebut belum sepenuhnya mengangkatnya dari jerat kemiskinan ekstrem. Rumah yang hampir ambruk itu menjadi bukti paling nyata.
Pada Kamis, 26 Februari 2026, sejumlah tamu datang menyapa. Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, hadir langsung untuk meninjau kondisi Emak Ocih. Ia didampingi Camat Karangpawitan, Anas Aulia Malik dan Kepala Desa Lebakagung, Oman.
Dalam kunjungan ini, Yudha menyerahkan santunan sembako sebagai bantuan awal untuk meringankan kebutuhan harian. Namun ia menilai, persoalan yang dihadapi Emak Ocih membutuhkan solusi lebih dari sekadar bantuan sementara.
“Pemerintah desa sebenarnya ingin mengalokasikan bantuan rutilahu, namun terkendala karena rumah ini berdiri di atas tanah milik orang lain,” ungkap Yudha di sela kunjungan.
Kendala status tanah membuat rencana perbaikan rumah belum dapat direalisasikan.
Baca Juga:Pemerhati Publik Kritik Pernyataan Wabup Garut yang Mengaku Gagal Memimpin Selama Satu Tahun Curah Hujan Masih Tinggi, Banyak Petani Garut Jual Gabah Basah
Meski demikian, harapan belum pupus. Ketua RW bersama Kepala Desa tengah berupaya mencarikan lahan alternatif yang nantinya akan dimusyawarahkan bersama warga.
Semangat gotong royong menjadi tumpuan utama agar Emak Ocih dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
