Memo Hermawan: Konten Lokal Harus Bangun Karakter dan Kebangsaan

Sekretaris Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Memo Hermawan
Sekretaris Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Memo Hermawan
0 Komentar

BANDUNG – Sekretaris Komisi I DPRD Jawa Barat, Memo Hermawan, menekankan pentingnya penggarapan konten lokal secara serius dan berorientasi pada pembangunan karakter masyarakat.

Ia menilai, konten yang lahir dari daerah tidak boleh semata-mata mengejar keuntungan komersial, tetapi harus memberi dampak nyata terhadap perilaku publik serta menjadi sarana edukasi nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi.

Menurut Memo, konten lokal memiliki potensi besar dalam membentuk karakter masyarakat. Namun potensi tersebut kerap terpinggirkan oleh dominasi konten komersial yang lebih berorientasi pada keuntungan.

Baca Juga:Curah Hujan Masih Tinggi, PI Sebut Ada Anomali dalam Serapan Pupuk SubsidiPolres Garut Bedah Rumah Lansia Tak Layak Huni di Karangpawitan

Ia menilai, televisi dan radio harus mengambil peran strategis dalam mengangkat isu-isu penting di Jawa Barat, sehingga keberadaan lembaga penyiaran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Pemerintah Provinsi dalam mendorong terwujudnya Jabar Istimewa.

“Konten lokal jangan hanya dipikirkan dari sisi komersil. Harus ada dampak nyata bagi Pemerintah Provinsi maupun masyarakat, baik dalam perilaku, edukasi, maupun penanaman nilai kebudayaan, kekayaan Alam demi mendorong nilai kebangsaan yang kini mulai luntur,” ujarnya belum lama ini.

Memo menegaskan, konten lokal bisa menjadi medium strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memperkokoh rasa kebangsaan. Dengan pengelolaan yang tepat, konten lokal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran publik yang efektif.

DPRD Jawa Barat, lanjut Memo, mendorong pemerintah daerah bersama pelaku industri kreatif untuk lebih serius mengembangkan konten lokal. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar konten yang dihasilkan tidak sekadar menghibur, tetapi juga mendidik dan menumbuhkan kesadaran kebangsaan.

“Konten lokal bisa menjadi sarana edukasi masyarakat. Ini bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan yang menguatkan nilai kebangsaan,” tegasnya.

Memo berharap penguatan konten lokal dapat menjadi gerakan bersama. Dengan komitmen yang kuat, konten daerah diyakini mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan karakter bangsa.

Hal senada disampaikan Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet. Ia menegaskan bahwa konten lokal merupakan kewajiban yang harus dipenuhi seluruh lembaga penyiaran sebagaimana diatur dalam Pasal 68 P3SPS.

Baca Juga:Polres Garut Pastikan 10,5 Ton Jagung Petani Sukawening Terserap Maksimal oleh BulogBelum Ada Perubahan Signifikan di Garut, Sekjen Laskar Prabowo 08 Berikan Tanggapan

Namun dalam implementasinya, konten lokal tidak boleh berhenti pada aspek komersial semata, melainkan harus memuat nilai edukasi yang kuat.

0 Komentar