GARUT – Curah hujan yang masih tinggi hingga sekarang disebut sebut menjadi faktor perubahan terhadap serapan pupuk bersubsidi di tahun 2026. Ada semacam anomali dalam serapan pupuk bersubsidi di tahun 2026 ini.
Hal itulah yang disinyalir dapat membuat pupuk di lapangan mungkin saja terkesan langka, padahal bukan langka melainkan ada peningkatan pemakaian pupuk, karena curah hujan yang masih tinggi setelah musim tanam pertama.
“Sampai dengan sejauh ini kami memang monitoringnya itu harian untuk stok di Garut. Cuma memang bisa kami sampaikan saat ini kan ada terjadi anomali ya, teman-teman,” ujar Tereza Pratama, Manajer Jabar III PT Pupuk Indonesia, belum lama ini.
Baca Juga:Belum Ada Perubahan Signifikan di Garut, Sekjen Laskar Prabowo 08 Berikan TanggapanKades Karyamukti Terima Keluhan Warga Terkait Menu MBG, Dinilai Tak Sesuai Konsep Awal
Guna memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi di tengah cuaca ekstrem, PT Pupuk Indonesia menjamin distribusi stok tetap sesuai dengan alokasi resmi.
“Dimana pemakaian sangat tinggi curah hujannya juga ada, sehingga petani kita memang yang harusnya tidak menanam, jadi menanam lagi. Jadi memang kebutuhan itu terus ada dan kami juga memastikan stok yang dikirimkan oleh produsen ataupun perusahaan kami juga sudah memenuhi alokasi yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut,” sambungnya.
Kondisi anomali inilah yang mungkin saja mengesankan bahwa pupuk di lapangan terkesan sulit ditemukan atau langka. Padahal, kata Tereza, pupuk subsidi itu tidak langka, karena alokasinya sudah dihitung sesuai kebutuhan.
“Sehingga memang tadi kami sampaikan secara data untuk Garut secara alokasi dan stok no issue atau aman. Memang kebetulan memang momentumnya berpas-pasan, kemarin musim tanam kemudian dilanjutkan lagi saat ini musim tanam sehingga memang petani kita yang harusnya tidak menebus atau tidak menanam di musim tanam ini dimajukan di awal,” katanya.
Tereza memastikan bahwa alokasi pupuk subsidi untuk tahun 2026 untuk urea dan NPK Phonska, itu aman. Hanya saja memang karena anomali tadi, kebutuhan sekarang ini menjadi meningkat.
“Kebutuhannya betul, sangat-sangat tinggi karena tadi curah hujan yang masih tinggi dan air yang ada,” Tutupnya.(Feri)
