Belum Ada Perubahan Signifikan di Garut, Sekjen Laskar Prabowo 08 Berikan Tanggapan

Oky Nugraha, Sekjen Laskar Prabowo 08
Oky Nugraha, Sekjen Laskar Prabowo 08
0 Komentar

GARUT – Pengakuan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang menyebut belum ada perubahan signifikan selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Abdusy Syakur, menuai beragam respon dari masyarakat.

Salah satu tanggapan datang dari Oky Nugraha Sosrowiryo, Sekretaris Jenderal Laskar Prabowo 08 DPC Garut.

Oky menilai pernyataan Putri Karlina ini tidak bisa dianggap sepele atau sekadar refleksi pribadi, melainkan harus menjadi alarm serius bagi seluruh jajaran pemerintahan daerah.

Baca Juga:Kades Karyamukti Terima Keluhan Warga Terkait Menu MBG, Dinilai Tak Sesuai Konsep AwalPolres Garut Tindak Tegas Dua Pengemudi Mobil Balap Liar yang Viral di Media Sosial

“Kalau satu tahun belum ada perubahan signifikan, berarti ada yang tidak sinkron dalam sistem kepemimpinan. Pemerintahan itu kerja kolektif. Tidak bisa satu orang bergerak sendiri,” tegasnya kepada Radar Garut, 24 Februari 2026.

Oky mengatakan, persoalan yang terjadi hari ini bukan hanya menyangkut lambatnya birokrasi, namun juga soliditas di level pimpinan. Ia menilai, tanpa kekompakan dan komando yang jelas, roda pemerintahan sulit berjalan efektif.

“Kalau Putri bekerja sendiri tanpa dukungan pemimpinnya dan jajaran di bawahnya, tidak akan jadi apa-apa. Sistem harus bergerak bersama. Kalau komando tidak tegas, wajar hasilnya tidak terasa,” katanya.

Bukan hanya menyoroti kepemimpinan, Oky juga menyinggung isu yang tengah berkembang di masyarakat terkait dugaan pengkondisian proyek oleh pihak-pihak yang disebut memiliki kedekatan keluarga dengan pimpinan kepala daerah.

Ia meminta supaya isu tersebut tidak dibiarkan menjadi spekulasi berkepanjangan.

“Benar atau tidak, isu itu sudah menjadi konsumsi publik. Maka harus dijawab secara terbuka. Transparansi proses lelang, pemenang proyek, dan mekanisme pengawasan harus dipublikasikan dengan jelas,” ujarnya.

Oky menyebut, sikap pasif dalam merespons isu sensitif justru bisa memperkeruh keadaan dan menurunkan tingkat kepercayaan publik.

“Kalau tidak ada praktik pengkondisian, buktikan dengan data. Libatkan pengawasan internal maupun eksternal. Jangan biarkan kepercayaan publik tergerus karena kesan pembiaran,” sebutnya.

Baca Juga:Sampah TPA Pasir Bajing Bertahan di Angka 230 Ton, Tak Ada Lonjakan Signifikan Selama Ramadhan Justru MenurunOne Day One Juz, Lapas Garut Perkuat Keimanan dan Integritas Pegawai di Bulan Ramadhan

Ia pun menegaskan bahwa memasuki tahun kedua pemerintahan, momentum pembuktian harus harus benar-benar dilakukan oleh Syakur Putri.

Oky menyarankan harus ada Evaluasi kinerja perangkat daerah, penegakan disiplin birokrasi, serta keterbukaan dalam proyek pembangunan disebutnya sebagai langkah mendesak.

0 Komentar