Warga Garut Meninggal di Kamboja, Jenazahnya Menunggu Pembayaran untuk Dipulangkan

Feri/Radar Garut
Nia Gania Karyana, Kepala Disnakertrans Garut
0 Komentar

GARUT – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Nia Gania Karyana yang baru saja dilantik, sekarang ini tengah berjuang untuk mencari dana untuk proses penebusan biaya perawatan jenazah warga Garut di Kamboja.

Warga Kabupaten Garut asal Kecamatan Cilawu itu diketahui meninggal dunia di Negara Kamboja dan sekarang ini jenazahnya tengah diurus oleh sebuah perusahaan pengurus jenazah di sana.

Untuk bisa memulangkan jenazah tersebut ke Kabupaten Garut, dibutuhkan biaya sebesar Rp140 juta. Saat ini, Nia tengah berupaya mencari dana tersebut baik ke SKPD di Pemda Garut, maupun ke Kemenaker pusat.

Baca Juga:Anggota DPRD dan Pemkab Garut Kolaborasi Bantu Hani, Anak Yatim Piatu di SelaawiKalapas Garut Perkuat Kinerja Tim, Dorong Aksi Nyata Menuju WBK dan Green Correction

“Ya, hari ini saya baru konsolidasi, yang tertahan di Kamboja itu, ada yang meninggal dunia. Kemudian proses pengurusan jenazahnya kan mulai Juli, sampai sekarang belum ada pembayaran seratus empat puluh juta,” ujar Nia Gania, Senin, 23 Februari 2026.

Nia mengusulkan ke Pemkab Garut, apakah dapat menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Namun rupanya BTT tidak bisa masuk untuk menebus jenazah, karena pos BTT diperuntukkan untuk kebencanaan dan kedaruratan lainnya.

“Dan menurut informasi dari Sekdisnaker, itu sudah menyampaikan anggaran ke pemerintah tapi tidak ada anggarannya, diajukan dari BTT teu pas anggarannya, nah kemudian sudah koordinasi ke Kemenaker di pusat dan Kemenaker juga tidak hanya mengeluarkan uang untuk itu, tetapi untuk beberapa keperluan terhadap pemulangan jenazah dari Kamboja ke Garut itu,” katanya.

Upaya Nia pun tidak berhenti di situ. Ia pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut agar mencari pendanaan untuk pemulangan jenazah warga Garut ini.

“Nah kemudian, tadi pagi saya dapat perintah untuk melaksanakan koordinasi dengan Dinas Sosial.Mudah-mudahan, kalau BTT kan bencana alam salah satunya ya, bencana alam, kemudian darurat dan ternyata tidak masuk dalam kedaruratan dan bencana alam,” katanya.

Ia pun berusaha berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mengumpulkan anggaran, karena menurutnya dalam hal ini terkendala dari pembiayaan pemulangan jenazah.

“Kita sedang melakukan koordinasi ke Dinas Sosial, apabila Dinas Sosial memang berhasil, mengumpulkan anggaran apakah dari pusat atau dari daerah seratus empat puluh juta kita bayarkan dan insya Allah secara apa langsung dapat dikirimkan ke negara Indonesia. Jadi kendalanya itu aja pembiayaan,” sambungnya.

0 Komentar