Gapermas Sebut Ada Kelangkaan Pupuk Subsidi di Garut, Temukan Penjualan di Atas HET

Ketua Gapermas, Asep Mulyana
Ketua Gapermas, Asep Mulyana
0 Komentar

GARUT – Generasi Pemberdayaan Masyarakat (Gapermas) Kabupaten Garut melakukan investigasi ke sejumlah kecamatan terkait dugaan kelangkaan pupuk subsidi. Sejumlah wilayah yang disoroti di antaranya Kecamatan Bayongbong dan Samarang.

Ketua Gapermas, Asep Mulyana, mengatakan pihaknya menemukan indikasi kelangkaan pupuk subsidi di lapangan.

“Temuan di lapangan seperti di Gudang Bayongbong, Semarang itu ada kelangkaan kelangkaan pupuk yang subsidi. Nah mungkin yang menjadi pertanyaan itu dari pihak distributor itu kenapa sampai terjadi kelangkaan karena itu udah jelas kuotanya udah jelas terus areal lahan yang dikasih pupuk subsidinya udah jelas,” ujar Asep Mulyana, Senin 23 Februari 2026.

Baca Juga:Resmi! Ini Dia Spesifikasi Lengkap dan Pilihan Warna Motorola Edge 70 FusionWarga Garut Meninggal di Kamboja, Jenazahnya Menunggu Pembayaran untuk Dipulangkan

Asep Mulyana mempertanyakan kemungkinan adanya pihak yang bermain dalam distribusi pupuk subsidi tersebut.

“Jadi pertanyaannya itu siapa yang ada main antara pihak distributor atau pihak PI atau pihak Dinas Pertanian terkait ada kelangkaan,” katanya.

Pada Senin, 23 Februari 2026, Gapermas sudah melakukan audiensi dengan Komisi II DPRD Garut serta pihak PT Pupuk Indonesia guna menyampaikan temuan tersebut.

Di samping persoalan kelangkaan pupuk, Asep juga menyoroti dugaan penjualan pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Yang perlu juga disitaki karena harga HETnya itu terjadi juga kenaikan dari sesuai dengan aturan kalau Urea itu kan seribu delapan ratus per satu kilogram dengan NPK itu seribu delapan ratus empat puluh per satu kilogram. Itu ada kenaikan,” ucapnya.

Dari hasil audiensi, kata Asep, Komisi II DPRD Garut akan menindaklanjuti persoalan ini melalui inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

“Barusan hasil audensi bahwa akan diadakan sidak kembali oleh pihak dewan dan pihak PI,” kata Asep.

Baca Juga:Anggota DPRD dan Pemkab Garut Kolaborasi Bantu Hani, Anak Yatim Piatu di SelaawiKalapas Garut Perkuat Kinerja Tim, Dorong Aksi Nyata Menuju WBK dan Green Correction

“Harapan kita itu harus ketemu seperti ada kejadian dua ribu dua empat itu sampai ada pihak distributor yang ditutup izinnya karena menaikkan harga HET atau harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Nah dan untuk kelangkaan yang saya heran itu kenapa sampai terjadi ada kelangkaan karena udah kuotanya udah jelas, terus konsumennya udah jelas, kuota yang sesuai dengan diajukan oleh Dinas Pertanian,” sambungnya.

0 Komentar